News

4 SD hanya Dijaga 1 Orang Satpam

SIANTAR, FaseBerita.ID – Beberapa hari lalu, seorang murid SD di Jalan Sudirman tersenggol sepedamotor saat menyebrang saat pulang sekolah. Kejadian ini mengundang perhatian masyarakat dan meminta agar jumlah satpam di sekolah tersebut ditambah.

Kejadian ini dibenarkan kepala sekolah B Sihombing saat ditemui media ini pada Jumat (9/8/2019) kemarin.

Menurut cerita Sihombing, di komplek tersebut ada 4 SD dan dari empat sekolah ini hanya sanggup menggaji satu orang satpam. Kebetulan pada saat kejadian, Satpam tersebut sedang sakit sehingga tidak ada yang menjaga anak-anak saat menyebrang jalan.

“Si anak yang tersenggol sepedamotor itu tidak kenapa-kenapa. Saat itu orangtua sedang membawa anaknya menyebrang. Tapi tiba-tiba lepas dari pegangannya, si anak tersenggol. Tidak ada luka-luka, dan tidak kenapa-kenapa,” ujar Sihombing.

Menurut Sihombing, pihaknya sangat kesal dengan adanya di media sosial beredar bahwa pihak sekolah tidak memperhatikan anak didiknya.

“Satpam di sekolah ini hanya satu orang. Saat kejadian Satpam izin karena sakit. Kita pihak sekolah hanya sanggup menggaji satu orang saja. Itupun gajinya dari dana BOS kita buat,” jelasnya.

“Kalau ada pihak orang tua ingin menambah Satpam, silahkan menghubungi komite biar ditambah satpamnya,” terangnya lagi.

Terpisah, Satpam di komplek SD Jalan Sudirman bernama Bambang mengaku sudah 9 tahun bekerja di sekolah tersebut.

“Gimanalah bang saya sendiri yang jaga di komplek sekolah ini. Padahal yang mesti saya jaga ada 4 sekolah. Saya yang jaga pagi dan jaga malam juga di komplek sekolah ini,” ujarnya.

Ia mengaku saat kejadian seorang murid tersenggol, dirinya sedang tidak kerja karena sedang sakit.

“Saya berharap ada penambahan satpam di sekolah ini,” harapnya.

Amatan di lokasi, setiap masuk dan keluar sekolah, komplek sekolah tersebut selalu ramai. Sebab sejumlah orang tua datang mengantar dan menyemput anaknya. Pada saat pulang sekolah, banyak juga angkot berhenti menunggu sewa anak sekolah.

Kondisi Jalan Sudirman tersebut cukup ramai dilalui kendaraan dan jalannya juga sempit.

Sementara itu, banyak juga anak sekolah yang pulang sendiri dengan jalan kaki atau naik angkot, sehingga saat menyebrang jalan yang dilalui banyak kendaraan sangat rawan terjadi kecelakaan. Padahal Satpamnya hanya satu orang dan bila berhalangan, maka tidak ada Satpam yang menyebrangkan anak sekolah. (mag04)