News

4 Pelajar Terlibat Kasus Narkoba, AKP David Sinaga: Butuh Kepedulian Keluarga

SIANTAR, FaseBerita.ID-Peredaran narkotika jenis sabu-sabu di kota Pematang Siantar menyentuh semua lapisan masyarakat, mulai dari orang tua, dewasa bahkan anak di bawah umur juga ikut terlibat.

Kasat Narkoba AKP David Sinaga saat berbincang dengan wartawan, Selasa (16/06/2020) pagi sekira pukul 10.00 Wib, dalam kurung waktu tujuh bulan lebih dirinya menjabat sebagai Kasat Narkoba Polres Siantar, telah diamankan sebanyak empat orang anak di bawah umur tersandung kasus peredaran narkotika.

Perwira polisi berpangkat tiga balok emas itu menjelaskan, pada hari Minggu (14/6/2020) sekira Pukul 22.30 Wib, pihaknya telah mengamankan satu orang anak di bawah umur yang terlibat kasus narkoba. Saat diinterogasi pihaknya tersangaka diketahui bernama AI T (16) status pelajar di salah satu sekolah di kota Siantar.

Anak baru geda itu diketahui berdomisili di Tojai Lama Kelurahan Bahkapul Kecamatan Siantar Sitalasari Kota Pematang Siantar. Ia diamankan Personil Satuan Narkoba Polres Siantar dari parkiran Siantar Hotel Kota Pematang Siantar.

Saat diamankan, dari AI T(16) ditemukan satu paket narkotika jenis sabu dengan berat 0.87 gram dari tangan kirinya. Saat diinterogasi polisi AI T(16), mengakui jika ia mendapat barang haram tersebut dari salah seorang pria bernama Ari (21).

Dari pengakuan tersangka polisi melakukan pengejaran terhadap Ari (21). Berselang satu jam kemudian dari  Jalan Teratai Kelurahan Simarito Kecamatan Siantar Barat.

Pada saat digeledah Polisi, dari Ari (21) ditemukan satu buah plastik warna biru dengan isi 13, paket narkotika jenis sabu dengan berat 5,12 gram, kemudian dari pengakuan Ari, ia menyebut dirinya mendapat sabu yang ia miliki dari seorang laki-laki berinisial KT.

Seterusnya Personel Satuan Reserse Narkotika Polres Siantar melakukan pengembangan terhadap KT namun sayangnya tidak menuai hasil. Akhirnya kedua tersangka bersama barang bukti diboyong ke Mako Polres Siantar untuk diproses secara hokum.

Untuk itu, David Sinaga sangat berharap kepada orang tua, masyarakat, Dinas Sosial dan baik itu Komisi Perlindungan Anak agar melakukan penataan dan pengarahan terhadap anak-anak di bawah umur agar tidak dirusak oleh barang haram tersebut.

“Yang kita harapkan itu adalah dukungan dari masyarakat,orang tua, Dinas Sosial dan Lembaga Perlindungan Anak agar lebih fokus melakukan pencegahan terhadap perilaku si anak,”kata David.

“Jangan nanti kita terus disalahkan setelah kita amankan. Biarpun dia anak di bawah umur kalua sudah melanggar hukum terpaksa kita amankan. Namun semestinya Dinas Sosial, Komisi Perlindungan Anak dan orang tua yang harus berperan penting dalam hal ini supaya dilakukan pemantauan dan pengawasan terhadap si anak,” kata David Sinaga.(mag-03/fi)