News

3 Tahapan Pilkada Serentak Ditunda

FaseBerita.ID – Komisi Pemilihan Umum (KPU) harus menunda tiga tahapan Pilkada Serentak 2020. Hal ini menyikapi wabah virus korona atau Covid-19 yang melanda Indonesia dan juga dunia internasional.

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian memahami keputusan yang ditempuh oleh KPU. Menurutnya, perubahan jadwal tahapan Pilkada 2020, sepenuhnya merupakan kewenangan KPU.

“Perubahan jadwal tahapan tersebut berada di wilayah kewenangan KPU. Kita juga memahami alasan perubahan didasarkan atas pertimbangan objektif kondisi penyebaran Covid-19,” kata Tito dalam keterangannya, Minggu (23/3).

Tito menyampaikan, pihaknya akan segera berkoordinasi dengan KPU terkait persiapan gelaran Pilkada 2020.

Dia pun mengakui, arahan pencegahan virus korona berimbas pada Pilkada 2020, terlebih adanya anjuran agar tidak melakukan perkumpulan dan menjaga jarak aman.

“Kita akan terus mencermati perkembangan dampak Covid-19, terus menerus hingga bulan Juli 2020 berikut dampaknya ke tahapan Pilkada,” ucap Tito.

Oleh karena itu, jika tahapan Pilkada 2020 dilakukan pada rentan waktu Juli-September tertunda, maka penundaan tersebut harus dilakukan melalui perubahan Undang-Undang Nomor 10/2016.

“Perubahan UU tentu dengan persetujuan DPR,” jelas Tito.

Sebelumnya, Komisioner KPU, Viryan Aziz mengatakan ?tiga tahapan yang ditunda adalah Pelantikan Panitia Pengutan Suara (PPS), verifikasi bakal calon perseorangan, perekrutan petugas pencocokan penelitian (Coklit) dan perekrutan petugas pemutakhiran data pemilih (PPDP). “Jadi kita menunda tiga tahapan penyelenggaran Pilkada serentak,” ujar Viryan kepada wartawan, Sabtu (21/3).

Viryan mengatakan penundaan tiga tahapan itu sampai dengan waktu yang belum ditentukan. Sehingga KPU melihat dalam hal ini melihat terus perkembangan yang ada. “Karena persebaran Covid-19 merata dan semakin masif,” tukas Viryan.

Untuk di Kota Siantar, seyogianya pelantikan PPS digelar pada hari Minggu (22/3). Namun pada pagi hari, KPU Kota Pematangsiantar mengeluarkan surat pengumuman perihal penundaan pelantikan PPS se Kota Pematangsiantar hingga waktu yang belum ditentukan.

Informasi per Hari Minggu 22 Maret 2020, Pemerintah mengumumkan ada 64 kasus baru yang positip korona. Sehingga total sudah mencapai 514 orang. Sementara yang sudah sembuh 29 orang dan yang meninggal mencapai 48 orang. Adapun sebaran wilayah yang kena korono adalah wilayah Jakarta dengan 307 pasien.

Kemudian Jawa Barat 59 pasien. Selanjutnya Banten 47 pasien, Jatim 41 pasien dan Jateng 15 pasien, Kaltim 9 Pasien. Sementara wilayah lainnya rata-rata 3 pasien. (jp/pra)

iklan usi