News

3 Bayi Macan Akar Ditemukan di Sidimpuan

FaseBerita.ID – Komunitas Pecinta Alam Forester Tabagsel dan Sahabat Alam menyerahan tiga anak kucing hutan atau biasa disebut macan akar (Felis Bengalensis) Kamis (9/5) kemarin, kepada pihak Bidang Konservasi Sumber Daya Alam Wilayah III Padangsidimpuan.

Dari keterangan mereka, tiga bayi hewan liar yang dilindungi itu awalnya ditemukan oleh warga di kawasan perkebunan Salak di Desa Huta Padang, Kecamatan Padangsidimpuan Angkola Julu pada Rabu (8/5) kemarin.

Kemudian warga yang diketahui salahsatunya bernama Sukron itu membawanya pulang ke rumah. Hingga akhirnya salah seorang dari Komunitas Sahabat Alam meminta Sukron untuk menyerahkan pada BKSDA, sebab hewan sejenis kucing itu merupakan hewan yang dilindungi.

“Jadi ceritanya, mereka ke kebun. Dengar ada suara mengeong dari bawah pelepah salak. Dilihat ternyata itu kucing hutan, nggak ada induknya. Jadi mereka berpikir membawa pulang, menimbang daripada nanti ada yang membakar pelepah itu, kucingnya jadi mati,” kata Vivi Fitriya, dari Komunitas Sahabat Alam.

Dari informasi ini kemudian, Vivi bersama Forester Tabagsel mengajak warga yang menemukan macan akar tersebut, agar menyerahkan satwa yang dilindungi itu kepada BKSDA. Hingga akhirnya, penemu hewan itu bersedia menyerahkannya dibantu kelompok penggiat alam itu.

“Penyerahan satwa ini adalah sebagai contoh kepada kita semua untuk tidak melakukan perburuan liar. Terus terang kita sangat bangga bisa menyerahkan tiga ekor anak satwa Macan Akar (felis bengalensis) sebagai tanda kepedulian bersama terhadap satwa lindung. Harapannya kepada pemerintah Bidang Konservasi Sumber Daya Alam dapat bermitra mengenai pelestarian satwa lindung yang ada di Indonesia, khususnya di wilayah IIi ini,” tutur Gustyan Zukhri Nasution, salah satu Anggota KPA Forester Tabagsel. (san)

USI