News

25 Ruang Isolasi Disiapkan: Sekolah Diliburkan, Jadwal Besuk Lapas Ditiadakan

FaseBerita.ID – Bupati Tapanuli Tengah (Tapteng) telah menetapkan keputusan terhadap percepatan penanganan bencana wabah Covid-19, seluruh sekolah di daerah itu diliburkan selama 14 hari. Tak hanya itu, Pemkab juga menyiapkan 25 ruangan isolasi bila ada warga yang terjangkit Covid-19.

Hal itu disampaikan Bupati Tapteng Bakhtiar Ahmad Sibarani usai rapat Forkopimda terkait percepatan penanganan bencana wabah Covid-19 di aula Cendrawasih, Selasa (17/3).

“TK, SD dan SMP libur terhitung 18 Maret hingga 31 Maret 2020. Perguruan tinggi juga kita imbau untuk meliburkan mahasiswanya,” ujar Bakhtiar.

Kendati sekolah telah diliburkan, Bakhtiar mengimbau para anak-anak tidak lepas dari pengawasan dan diminta tidak beraktifitas di luar rumah.

“Libur bukan untuk keluyuran bagi anak-anak. Kami minta orangtua mengawasi anaknya,” katanya.
Selain meliburkan sekolah, rapat tersebut juga memutuskan sejumlah hal lain. Di antaranya pelarangan ASN melakukan perjalanan dinas ke luar kota tanpa seizin Bupati. “Tapi PNS tetap bekerja seperti biasa,” ucap Bakhtiar.

Kemudian masih kata Bakhtiar, pihaknya juga telah memutuskan agar dilakukan penutupan seluruh warnet dan lokasi-lokasi wisata selama 14 hari. Sterilisasi Bandara DR FL Tobing, monitoring ketersediaan pangan, penghentian kunjungan ke Lapas. “RSUD memastikan ketersediaan alat-alat pelindung diri untuk penanganan virus corona,” katanya.

Sementara terkait ketersediaan masker, Bakhtiar menegaskan agar tidak ada pihak yang mengambil keuntungan. “Masker aman, kami imbau jangan ada menimbun masker, kalau ada spekulan segera ditangkap,” tegasnya.

Kebijakan lain untuk pencegahan Covid-19 itu, juga akan dilakukan penyemprotan disinfektan di rumah-rumah ibadah. “Semua kendaraan pengangkutan luar kita disemprot disinfektan secara mandiri,” sebutnya.

Ditambahkannya, pihaknya telah siap melakukan penanganan jika ada warga terjangkit Covid-19. Sebanyak 25 ruangan isolasi di Tapteng telah bersiaga. “Sebanyak 22 puskesmas sudah menyiapkan 1 ruangan isolasi, di RS pandan ada 3 ruangan untuk isolasi,” kata Bakhtiar.

Lapas Sibolga Tiadakan Waktu Besuk

Sementara itu adalam upaya pencegahan penyebaran Covid-19, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas II A Sibolga menyatakan meniadakan waktu kunjungan (Besuk) dari keluarga warga binaan (Narapidana,red) selama 14 hari.

Kepala Seksi Bimbingan Narapidana/ Anak Didik (Kasibinadik) Lapas Klas II A Sibolga Refintua Simanullang mengatakan, upaya pencegahan itu sejalan dengan instruksi Dirjen Pemasyarakatan serta kesepakatan bersama Forkopimda Tapanuli Tengah terkait penanganan Covid-19. “Sudah kita buat pengumuman penutupan (kunjungan,red),” ujar Rafintua kepada awak media, Rabu (18/3).

Kendati ditutup, Refintua menjelaskan keluarga dan tamu tetap diperkenankan mengantarkan makanan kepada warga binaan. “Keluarga yang ingin mengantar makanan dititip ke petugas untuk dibawakan ke warga binaan,” katanya.

Adapun upaya lain yang dilakukan pihaknya dalam pencegahan penyebaran penyakit Pandemi itu, kata Rafintua, dengan mengecek suhu tubuh para pegawai maupun warga binaan dengan alat screening.

“Apakah demam, jika ditemukan maka akan ditindaklanjuti. Ada dua tenaga medis di Lapas yang bertugas. Sementara ini screening masih dilakukan kepada para pegawai, dan hasilnya tidak ada yang demam, setelahnya dilanjut screening ke warga binaan,” ucapnya.

Ditambahkannya, dalam upaya pencegahan itu, penyemprotan disiinfektan juga akan dilakukan. Penyemprotan akan dilakukan di seluruh ruangan di Lapas tersebut. “Dalam waktu dekat akan disemprot,” katanya.

Menurutnya, kebijakan ini direspon dengan baik oleh warga binaan. Mengingat hal itu demi keselamatan para warga binaan. “Karena ini demi keselamatan mereka juga kan?” katanya. (dh)