News

240 Napi di Siantar Dibebaskan: Ingat! Tetap di Rumah, Jangan Keluyuran

FaseBerita.ID – Sebanyak 240 Napi binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Siantar akan mendapat Asimilasi dalam rangka pencegahan peredaran Covid-19.

Hal itu disampaikan Kalapas Siantar Porman Siregar, Kamis (20/04) sekira pukul 12.00 WIB tepatnya di Lapas Siantar, Jalan Asahan, Kabupaten Simalungun.

“Sesuai keputusan Mentri Hukum dan Hak Asasi Manusia Prof Yasona H Laoli, Nomor 10 tahun 2020 terkait Asimilasi Covid-19, sebanyak 240 napi binaan Lapas Siantar mendapat Asimilasi atau dirumahkan,” kata Porman Siregar.

Para napi ini, katanya, bukan bebas kemana saja, tetapi mereka menyelesaikan masa tahanannya di rumah masing-masing bersama keluarga.

“Mereka yang bebas itu umumnya yang telah menjalani hukuman 2/3 dari lama vonis hukuman,” terangnya.

Sementara itu, untuk napi kasus narkoba yang mendapat keringanan hukuman adalah para napi yang vonis hukumannya di bawah 5 tahun penjara dan juga telah menjalani hukuman 2/3.

Menurut Porman, proses keringanan pembebasan ini masih terus berlanjut.

“Pertama pada hari Rabu (1/4) sudah ada 26 orang yang bebas. Dan hari ini Kamis (02/04) kembali kita bebaskan sebanyak 41 orang, dan masih ada tambahan lagi, yang dijumlahkan total kurang lebih 240 orang akan dibebaskan,” terangnya.

“Jadi dari semalam anggota saya sudah bekerja keras untuk merekrut seluruh binaan. Adapun para napi yang akan dibebaskan dengan persyaratan berkelakuan baik dan tertib mengikuti aturan selama masa binaan,” terangnya.

Untuk itu, seluruh narapidana yang akan di Asimilasi diimbau agar tetap di rumah semasa masa tahanannya masih belum selesai.

“Jadi mereka di rumah saja. Nanti setelah sampai di rumah masing-masing, diwajibkan untuk mengurus surat domisili di kelurahan masing-masing. Apabila ada napi yang ditemukan keluyuran atau berkerumun di salah satu lokasi, kita akan mencabut surat Asimilasinya,” tegas Porman.

Beberapa napi yang diwawacarai wartawan mengucapkan terimakasih kepada pihak pemerintah karena memberikan Asimilasi bagi mereka, sehingga bisa bertemu dengan keluarga masing-masing.

“Senanglah bang, bisa bersama keluarga kembali. Senang kali lah pokoknya,” kata beberapa Napi. (Mag-03)