News

2000 Sekolah Rusak Mulai Direnovasi Tahun ini

FaseBerita.ID – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mulai merehabilitasi dan merenovasi sekolah rusak tahun ini. Target di 2019 ini 2.000 sekolah dan 300 madrasah rampung diperbaiki.

“Ini merupakan tindak lanjut amanat Presiden Joko Widodo pada Sidang Kabinet Paripurna 18 Juli 2018 lalu yang menginstruksikan Kementerian PUPR untuk melakukan percepatan pembangunan dan rehabilitasi sekitar 10.000 sekolah dan madrasah di seluruh Indonesia,” kata Kepala Pusat Pengembangan Sarana Prasarana Pendidikan, Olahraga dan Pasar (PSPPOP), Iwan Suprijanto, dalam keterangan tertulis, Selasa, 28 Mei 2019.

Renovasi sekolah diprioritaskan pada sekolah dan madrasah yang berada di wilayah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (3T). Hal ini sesuai dengan keputusan Menteri Desa Nomor 126 Tahun 2017 tentang Penetapan Prioritas Sasaran Pembangunan Desa, PDT dan Transmigrasi.

“Selanjutnya prioritas untuk sekolah negeri, tanah merupakan milik Pemerintah Daerah dan bersedia menerima aset, memiliki Izin Mendirikan Bangunan (IMB), tidak ada sumber pendanaan lain dan dari hasil verifikasi Kementerian PUPR masuk kategori rusak berat,” ujar Iwan.

Kementerian PUPR dalam hal ini membentuk PSPPOP (Pengembangan Sarana Prasarana Pendidikan, Olahraga, dan Pasar) di bawah Jenderal Cipta Karya. Tugas PSPPOP adalah melaksanakan pembinaan teknis dan penyelenggaraan pembangunan Sarana dan Prasarana Pendidikan, Olahraga dan pasar.

“Namun tidak semua ditangani oleh KemenPUPR. Sebagian urusan tersebut masih di Kemendikbud, Kemenag, Kemenristekdikti, Kemenpora, Kemendag dan Pemerintah daerah. Yang kami tangani ada kriterianya dan ada paying Perpres dan Inpresnya,” tutur Iwan. (int)