News

2 Sindikat Narkoba Didor, 1 Tewas

RANTAU, FaseBerita.ID – Satu dari dua tersangka sindikat narkoba wilayah Labuhanbatu tewas dengan luka tembakan di punggung saat proses pengejaran oleh Polisi di Jalan Akasia, Gang Bersama, Kelurahan Padang Matinggi, Kecamatan Rantau Utara, Kabupaten Labuhanbatu, Rabu (22/5).

Kapolres Labuhanbatu AKBP Frido Situmorang melalui Kasat Narkoba AKP I Kadek Hery Cahyadi saat Pers Release di Polres Labuhanbatu menunjukkan barang bukti hasil penangkapan pelaku kejahatan Narkotika yang meresahkan warga setempat.

“Pada hari Rabu sekira pukul 12.05 WIB, Tim Unit Opsnal Satres Narkoba Polres Labuhanbatu mendapat informasi dari masyarakat tentang terjadinya transaksi Narkotika jenis sabu. Selanjutnya tim di bawah pimpinan Kanit I Ipda E Sitorus SH langsung bergerak ke lokasi,” kata Kasat Narkoba AKP I Kadek Hery Cahyadi.

Saat tim berada di TKP, mereka melihat dua orang yang belakangan diketahui bernama Azmar Hendra Nasution Alias Hendra (42) warga Jalan HM Said, Kelurahan Perdamaian, Kecamatan Rantau Selatan dan Mindah Hidayat Dalimunthe (25) warga Jalan Akasia, Gang Bersama, Kelurahan Padang Matinggi, Kecamatan Rantau Utara.

Kedua sedang melakukan transaksi Narkotika sehingga tim langsung melakukan proses penangkapan terhadap Hendra. Sedangkan Mindah melarikan diri dan langsung dilakukan pengejaran oleh petugas.

Pada saat proses pengejaran terhadap Mindah, dia memegang sarung yang di dalamnya terdapat sejumlah uang. Salah seorang petugas berhasil menangkapnya dan memegang sarung yang ada digenggaman tersangka. Tetapi tersangka tidak diam dan melakukan perlawanan.

“Saat itulah terjadi pergumulan antara tersangka dengan petugas. Tersangka kemudian berrupaya melarikan diri,” ujar Kadek.

Namun, petugas kembali mengejar dan terjadi pergumulan sampai dua kali. Sehingga dalam proses pengejaran selanjutnya, petugas mengeluarkan tembakan peringatan sampai dua kali. Namun tidak diindahkan oleh tersangka dan terus melarikan diri.

“Sudah kita beri tembakan dua kali dengan teriakan agar dia tidak melarikan diri. Tetapi tersangka terus berlari sehingga petugas melepaskan tembakan ke arah kaki. Namun di saat bersamaan, sarung yang dipegang tersangka terjatuh dan peluru menembus punggungnya saat dia merunduk hendak mengambil sarung yang berisi uang tersebut dan terjatuh,” jelasnya.

Dengan kondisi seperti itu, petugas membawa Mindah ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Rantauprapat untuk peroses pengobatan. Hanya saja, setelah dua jam dirawat, nyawa tersangka tidak terselamatkan dan meninggal dunia di Rumah Sakit. Selanjutnya jenazah dibawa keluarga tersangka pulang ke rumah untuk dimakamkan.

“Dari keterangan tersangka Hendra, meraka sebelumnya juga pernah melakukan hal yang sama dengan melakukan transaksi sabu seberat 16 gram. Mereka ini adalah sindikat narkoba karena melakukan hal yang sama secara berulang,” terangnya.

Dari proses penangkapan tersebut, petugas mengamankan barang bukti berupa satu bungkus klip transparan berisi kristal putih diduga berisi sabu dengan berat 20 gram, satu bungkus klip kosong, satu buah sobekan pelastik asoy, satu unit HP merk Strawberry warna hitam, satu unit sepedamotor Honda Vario warna putih tanpa plat, satu helai kain sarung dan uang senilai Rp12 juta. (zas)