News

2 Buronan Kasus 55 Kg Sabu Diringkus Polisi Taput

FaseBerita.ID – Dua buronan yang telah masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) atas kepemilikan 55 kilogram sabu-sabu dan 6 bungkus ekstasi diringkus personel Polres Tapanuli Utara (Taput).

Keduanya diduga masuk jaringan internasional, masing-masing M Khairul Azmi (29) warga Desa Tanjung Meuyee Kecamatan Tanah Jambo Aye, Kabupaten Aceh Utara, dan Muslim (45) dengan alamat yang sama.

“Kasus ini adalah rangkaian narkoba yang ada di Jakarta, yaitu pengungkapan sabu-sabu 55 kg dan 6 bungkus ekstasi berjumlah ribuan butir, DPO yang disampaikan Badan Nasional Narkotika (BNN) Pusat Jakarta pelaku dua orang kepada Polres Taput,” terang Kapolres Taput AKBP Jonner Samosir saat konferensi pers di Mapolres Taput, Rabu (10/6).

Kapolres Taput menceritakan kronologis kejadian, pada Minggu 7 Juni 2020 sekira pukul 13.00 WIB, Tim Opsnal Polres Taput mendapatkan informasi di wilayah Kecamatan Siatas Barita ada dua laki laki yang dicurigai warga, setelah dilakukan interogasi, laki-laki tersebut menerangkan bahwa gudang beras tempat mereka bekerja di gerebek BNN Pusat.

Mereka disuruh bos atas nama Faisal untuk menjemput mobil L300 box di depan Rumah Sakit Keluarga, kemudian mereka kembali ke gudang Cikarang Baru, Bekasi Utara, kemudian si bos Faisal menelepon dari Malaysia agar memuat mobil dengan beras 32 karung beras beserta 66 bungkus sabu yang sudah diselipkan ke dalam masing-masing goni beras tersebut.

Lalu diantar ke depan RS Mitra Keluarga dan meninggalkan mobil dan kuncinya, mereka berjalan jauh dari mobil sampai terlihat si Agusti naik mobil tersebut. Lalu kembali ke gudang, sampai di gudang mereka melihat gudang dibuka paksa oleh petugas BNN dan ada anjing pelacak serta petugas bersenjata.

Melihat itu Muhammad Khairul Azmi beserta Muslim langsung melarikan diri sehingga tertangkap di Tapanuli Utara.

Mereka menerangkan telah dua kali mengantar narkotika jenis sabu. Sebelumnya bulan April mereka mengantar sabu-sabu ke depan Suzuya di Cikarang Utara sebanyak 55 bungkus (55 kg) sabu. Mendapatkan informasi tersebut Polres Taput mengamankan laki-laki tersebut ke Polres Taput.

Dari hasil koordinasi dengan BNN Pusat bahwa benar kedua orang yang diamankan tersebut merupakan DPO atas kasus pengungkapan BNN terhadap gudang sabu dan ekstasi di Cikarang Jawa Barat.

Adapun barang bukti dari kedua tersangka yaitu, 1 unit handphone merek Oppo, KTP palsu atas nama Haris Munandar yang mana nama sebenarnya M Khairul Azmi, kartu BPJS atas nama Mualem, SIM C atas nama Mualem, Sim C atas nama Muslem, surat rapid tes yang diduga palsu atas nama Romi Sadana, surat rapid tes palsu atas nama Haris Munandar, sebuah dompet warna hitam, uang Rp 2.100.000, satu unit sepedamotor Honda Beat dibeli dari hasil upah dikirim bos dari Malaysia atas nama Faisal, satu buah STNK dan satu buah BPKB.

“Kami mengucapkan terimakasih kepada masyarakat atas kerjasama nya sehingga bisa meringkus kedua tersangka jaringan internasional narkoba. Sementara barang bukti sudah berada di Jakarta,” sebutnya.

Usai konferensi pers, petugas Polres Taput langsung membawa kedua tersangka ke mobil untuk dikirim ke Polda Sumatera Utara untuk interogasi selanjutnya. (as/fi)