News

19 Kerbau Korban Sambaran Petir Dikubur Secara Massal

TAPTENG, FaseBerita.ID – Sebanyak 19 kerbau yang mati akibat sambaran petir, Selasa (20/8/2019), sekira pukul 16.30 WIB dikuburkan secara massal di Desa Sawo Lamo, Kecamatan Andam Dewi, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng).

Penguburan hewan korban peristiwa alam ini dilakukan dengan menggunakan alat berat ekskavator. Ratusan warga sekitar turut menyaksikan penguburan.

Terlihat juga Kepala Desa Uratan dan Bhabinkamtibmas Aipda JW Simbolon, hadir di lokasi.

Pemilik kerbau korban sambaran petir, Mikael Simbolon, mengaku berterima kasih kepada pihak terkait yang turut membantu penguburan. Ia mengaku sudah ikhlas melepas kerbau-kerbau miliknya.

“Harta bisa dicari, kalau nyawa tidak bisa dicari,” lirihnya.

Ia juga menjelaskan jika kesembilan belas ekor kerbau bukanlah miliknya semua. Ada dua ekor dari kerbau yang mati merupakan milik pengembala Sintor Habeahan, yang juga turut menjadi korban sambaran petir.

Diperkirakan, akibat peristiwa tersebut, kerugian yang dialami mencapai Rp250 juta, di luar korban jiwa. Estimasi tersebut berdasarkan harga jual kerbau. Dari 19 ekor kerbau yang mati, sebanyak 15 ekor telah dewasa. Sementara 4 ekor lainnya masih tahap pertumbuhan.

Diberitakan sebelumnya, 19 ekor kerbau dalam satu kandang milik Mikael Simbolon di Dusun 2 Desa Uratan, Kecamatan Amdam Dewi, Tapteng, mati akibat sambaran petir, Senin (19/8/2019). sekitar pukul 19.00 WIB.

Tidak hanya itu, Sintor Habeahan (23), sang pengembala kerbau yang merupakan warga Dusun 2 Desa Uratan, Kecamatan Andam Dewi, juga tak luput dari sambaran petir dan tewas di tempat. Saat itu Sintor sedang menyalakan api disekitar kandang kerbau.

“Sore itu sekitar pukul 18.00 Wib hujan disertai petir turun. Sementara kerbau sebanyak 19 ekor yang digembalai korban sudah masuk dalam kandang. Kemudian korban menyalakan api untuk mengasapi kerbau agar jangan diganggu nyamuk,” sebut oppung Parulian, warga sekitar. (ztm/int)

iklan usi