News

18 Imigran Myanmar Masuk ke Batubara dari Jalur Tikus

FaseBerita.ID – Polsek Medang Deras, Polres Batubara mengamankan 18 orang imigran asal Rakhine Myanmar dari sebuah rumah milik warga di Desa Lalang Kecamatan Medang Deras, Kabupaten Batubara, Rabu (20/1).

Kapolsek Medang Deras, AKP Muhammad Iskad membenarkan kejadian tersebut. Ia mengatakan, belasan imigran ini masuk ke perairan Batubara melalui pelabuhan kecil, yang dikenal dengan sebutan pelabuhan jalur tikus di Pantai Kuala Tanjung kawasan Batubara tersebut.

“Belasan imigran diduga kuat mereka berasal dari etnis Rohingya ini diamankan petugas setelah mendapatkan informasi dari masyarakat. Mereka semua masuk daerah ini tanpa dilengkapi dokumen resmi. Artinya, mereka masuk secara ilegal,” kata Muhammad Iskad.

Iskad mengatakan, pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan dinas kesehatan Kabupaten Batubara maupun Satuan tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 untuk memeriksa kondisi kesehatan seluruh imigran gelap tersebut. Pemeriksaan kesehatan itu terkait Covid-19.

Setelah hasil pemeriksaan kesehatan keluar dan dinyatakan negatif Covid-19, seluruh imigran ini kemudian diserahkan ke Polres Batubara untuk dapat ditindaklanjuti hingga ke Kantor Imigrasi. Mereka diperkirakan baru beberapa hari ditampung di rumah warga tersebut. Belum jelas apa yang menjadi tujuan para imigran ini datang ke Indonesia.

“Mereka datang tanpa dokumen apapun. Selanjutnya akan dikoordinasikan dengan pihak terkait mengenai keberadaan mereka setelah dipastikan kondisi kesehatan para imigran ini bebas dari virus corona,” tambah Kapolsek.

Adapun, sebanyak 18 orang diamankan oleh petugas, terdiri dari 10 orang wanita dewasa, tiga pria dewasa dan 5 orang yang masih anak-anak. Saat ini mereka masih ditampung di Mapolres Batubara.

Sementara itu, Kapolres Batubara AKBP Ikhwan Lubis melalui kasat reskrim kepada wartawan mengatakan rencananya para imigran ini akan ditempatkan di ruang karantina Rumah Sakit Umum Daerah Batubara sesuai dengan peraturan masa karantina kesehatan berlaku.

Menurut keterangan yang diberikan oleh Kasat Reskrim, AKP Ferry Khusnadi sebelumnya mereka berasal dari Aceh kemudian melalui jalur laut sampai di Batubara. Dimana rencananya akan dipekerjakan oleh seorang agen yang saat ini masih buronan untuk selanjutnya dikirim ke Malaysia dan bekerja sebagai pembantu rumah tangga.

“Atas nama kemanusiaan, kami lakukan penyerahan para imigran ini untuk tinggal dikarantina RSUD Batubara dikarenakan pasilitas yang lengkap pula menunggu rencana lebih lanjut. Karena diantara mereka ada yang masih anak-anak,” kata Kasat. (Per/fabe)