News

171 Keramba di Sualan Nagori Sibaganding Danau Toba Ditertibkan

SIMALUNGUN, FaseBerita.ID – Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol RZ Panca Putra Simanjuntak bersama Pangdam I BB Mayjen Hassanudin SIP.MM dan rombongan beserta unsur Muspida Kabupaten Simalungun menyaksikan penataan keramba jaring apung (KIA) milik warga Dusun Sualan, Nagori Sibaganding Kecamatan Girsang Sipanganbolon, Rabu (14/4/2021).

Hadir juga Kejatisu Ida Bagus Nyoman, mewakili Gubernur Sumatera Utara Staf ahli Bidang Politik Pemerintahan Binsar Situmorang, mewakili Kepala kejaksaan tinggi Sumatera Utara Wakajati Agus Salim, Kadis Lingkungan Hidup Dr Amri M.kes, Bupati Simalungun JR Saragih dan Jajaran, Danrem 022/PT Kolonel Inf Asep Nugraha dan personil jajaran Kapolres Simalungun, AKBP Agus Waluyo dan personil jajaran, Dandim 0207/Simalungun Letkol Inf Roly Souhoka, serta di dampingi oleh Forkopimcam Girsang Sipanganbolon.

Bupati Simalungun JR Saragih langsung memimpin kegiatan penataan KJA yang  merupakan program Nasional sejak tahun 2012 bertujuan menata kawasan perairan Danau Toba, dan berharap warga di lokasi sualan ini perlahan bisa beralih profesi dari petani keramba menjadi pelaku pariwisata bidang restoran dan juga beternak ayam.

“Pemerintah mengajak warga alih profesi menjadi pelaku pariwisata dan kuliner khas dan bisa memanfaatkan pariwisata sebagai sumber kelangsungan hidup, seperti yang kita lihat restoran yang ada di sekitar Sibaganding ini,” ujar JR Saragih.

Bupati juga menjelaskan bahwa mulai hari ini sampai empat hari kedepan dilaksanakan penataan keramba milik warga yang sudah didata dan hari ini langsung diberikan kompensasi sebesar lima juta rupiah perpetak dengan ukuran 6 x 6 m, pengurangan yang dilakukan sebanyak 20 persen (171 petak) dari total keseluruhan 976 kotak KJA yang ada di Nagori Sibaganding.

Selanjutnya sebelum menyaksikan pengurangan KJA, kepada 8 Orang perwakilan warga pemilik KJA dilakukan penyerahan kompensasi dengan simbolis oleh Kapoldasu dan Pangdam I BB serta jajaran yang hadir.

Tokoh masyarakat Sualan Maludin Saing, merasa sedih dengan pengurangan KJA, dan berharap agar diberikan kesempatan untuk meneruskan budidaya KJA sisa pengurangan dari total keseluruhan keramba yang ada di Sualan.

“Kami meminta agar sisa dari 20 persen yang di kurangi bisa kami berdayakan lagi berhubung kehidupan kami masih bergantung di sini,” harap Maludin

Selanjutnya pada kesempatan itu Maludin meminta kepada pemerintah agar kompensasi keramba yang di bongkar langsung dibayarkan hari ini kepada warga yang telah di data.

Salah seorang warga Sualan Br Bakkara yang menggantungkan hidupnya di budidaya KJA mengatakan sedih dan sakit dengan pengurangan ini namun dia tetap mendukung penataan ini dan berharap kedepan pariwisata Danau Toba semakin maju.

“Tetap kita dukung Pariwisata namun Setelah pengurangan KJA ini otomatis akan berdampak dengan pengurangan omset warga dengan pengurangan tenaga kerja dan di sinyalir kedepannya akan melambungnya harga ikan mujahir dan Nila di pasaran,” tutur Boru Bakkara.

Namun dia tidak mengelak saat awak media mempertanyakan terkait surat izin usaha keramba yang dia miliki.

“Memang usaha kami belum memiliki izin namun bila difasilitasi kedepannya oleh pemerintah maka kami bersedia mengurus dan membayar pajak,” harapnya

Pembongkaran KJA ini juga juga dipantau para Vendor pemasok pakan dari Comfeed Medan., pastinya mereka akan kehilangan sebahagian besar orderan pellet. (aos/fabe)