News

116 SD di Siantar Diregrouping jadi 75

FaseBerita.ID – Dinas Pendidikan Kota Pematangsiantar akan menggabungkan beberapa sekolah dasar (SD) di Kota Pematangsiantar untuk tujuan efesiensi dan efektifitas serta keseragaman peningkatan kualitas sekolah dan sumber daya manusia.

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Kota Pematangsiantar Rosmayana Marpaung melalui Kabid PPK Dinas Pendidikan Kota Pematangsiantar Lusamti Simamora, Selasa (24/11).

Penggabungan sekolah ini, lanjut Lusamti, akibat minimnya SDM yang memenuhi syarat sebagai kepala sekolah.

Sebab untuk guru kelas saja, SD masih kekurangan sumber daya manusia sehingga masih banyak yang ambil alih tugas oleh guru honor.

“Penggabungan akan diutamakan di SD yang berada satu komplek, terutama SD yang berada di Jalan Sudirman, Jalan Sisingamarangaja serta sejumlah SD yang terdiri dari beberapa SD dalam satu komplek,” kata Lusamti.

Dijelaskan Lusamti, dalam satu komplek ada tiga SD dan ada tiga kepala sekolah. Maka semua SD yang berada dalam satu komplek akan disatukan. Saat ini ada 116 SD Negeri di Kota Siantar, maka setelah digabungkan akan berkisar 75 sekolah.

“Dengan satu SD dalam satu komplek, maka akan ada satu kepala sekolah yang akan memimpin. Tidak seperti sekarang ini, dalam satu komplek ada tiga kepala sekolah. Kadang para kepala sekolah berbeda selera dan kebijakan, jadi tidak bisa sama terarah,” katanya.

Dijelaskan Lusamti, kebijakan penggabungan sekolah sudah dilakukan di daerah lain dan terbukti lebih efesien dan lebih baik. Dicontohkannya Kabupaten Bandung sudah melakukan hal merger seperti yang empat sekolah jadi 1 sekolah. Dulunya Bandung sekitar 800 SD, sekarang dipangkas habis menjadi sekitar 200. Kekurangan SDM di bidang guru juga dapat teratasi secara otomatis.

“Masalah yang dihadapi sama seperti di Kota Siantar juga di Indonesia, banyak kekurangan guru dan siswa. Sudah dilakukan pengkajian sehingga ada penggabungan sekolah. Jadi untuk saat ini Siantar mengadakan tahap perencanaan,” katanya. (ros/esa)

iklan usi