News

11 Pejudi Samkwan di Hotel Niagara Parapat Dituntut 5 Bulan Penjara

FaseBerita.ID – Sebelas orang terdakwa (berkas terpisah) pemain judi di Hotel Niagara Parapat dituntut masing-masing 5 bulan penjara oleh jaksa.

Siukio (62), Khairul Aswad (35), Maya Burana Tari Damanik (28), Salim (46), Kai Hwa (57), Asuan (64), Tan Sui Min (58), Cincu (56), Sukardi (44), Raymond (33), dan Tumi (58) terbukti melakukan tindak pidana perjudian dituntut dalam siding pembacaan tuntutan secara Vidcon, Selasa (28/4/2020) di Pengadilan Negeri Simalungun.

Tim Jaksa Augus Vernando Sinaga, Barry Sugiarto, Dedy Chandra Sihombing dan Weni Julianti Situmorang yang bertugas membacakan tuntutan, menyatakan bahwa perbuatan terdakwa terbukti melanggar pasal 303 (1) KUHPidana.

Terungkap perbuatan terdakwa Sukardi alias Gondrong secara bersama-sama bermain jenis dadu dengan terdakwa Lim Tjin Cju Alias Vinci serta rekan-rekannya pada hari Sabtu, (8/2/2020) sekira pukul 23.00 WIB bertempat di Aula Sopo Bolon Hotel Niagara Parapat yang terletak di Jalan Pembangunan No 1, Kecamatan Girsang Sipangan Bolon, Kabupaten Simalungun.

Baca sebelumnya: Ungkap Judi Samkwan di Hotel Niagara Parapat: 40 Orang Diamankan, 11 Jadi Tersangka, 29 Dipulangkan

Terdakwa Sukardi  yang berperan sebagai Ceker yang tugasnya membayarkan uang kepada pemasang uang taruhan  dan menarik uang taruhan. Lim yang berperan sebagai  membayarkan uang kepada pemasang yang menang dan menarik uang taruhan yang kalah. Raymond yang berperan sebagai pengguncang dadu dan juga sebagai ceker Pung Suan.

Sedangkan yang menjadi bandar pada permainan judi tersebut adalah Aseng dan AAN (Daftar Pencarian Orang) berhasil melarikan diri pada saat penangkapan berlangsung.

Terdapat 4 orang penyelenggara dan 7 orang pemain dengan barang bukti uang tunai Rp52.500.000, dadu, dam batu, mangkok sebagai alat kocok dadu dan spanduk pemasangan.

Dari 11 tersangka, polisi menyita barang bukti berupa uang tunai Rp 52 juta, tiga lembar spanduk judi dadu samkwan, dua kain warna merah, satu lap warna hijau, 24 binder klip warna hitam, tujuh gelas kecil bening.

Selanjutnya, dua pasang mangkok keramik tempat dadu, 20 buah kartu dam batu, 11 biji dadu (5 dadu putih, 3 dadu merah dan 3 dadu hijau), satu buah lakban cokelat, satu buah pisau cutter, satu buah spidol, satu buah pulpen merek faster warna hitam, satu buah stapler warna biru, enam buah keranjang, delapan buah kursi warna cokelat, delapan buah meja warna putih hitam.

Mendengar tuntutan dari Jaksa, sebelas terdakwa terlihat langsung menerima tuntutan dari jaksa penuntut.

Majelis hakim ketua Haidi Nasution didampingi dua hakim anggota Rozianti, Hendrawan Nainggolan menunda persidangan hingga Minggu depan agenda mendengarkan Putusan. (ros)