News

101 Warga di Asahan Keracunan Makanan

FaseBerita.ID – Puskesmas Air Joman mendadak seketika ramai dipadati puluhan warga pada Kamis (10/12) malam. Rata-rata pasien yang datang mengeluhkan sakit perut dengan gejala perasaan mual, pusing hingga ada yang pingsan. Ada sekitar 101 warga yang menjadi korban.

Berdasarkan informasi diperoleh, pasien yang datang merupakan warga Desa Punggulan dusun I Kecamatan Air Joman setelah mereka hadir di acara hajatan wirid di rumah salah seorang warga sekitar pukul 19.00 WIB. Selepas acara, tuan rumah memberikan sedekah berupa bungkusan nasi ke warga yang datang.

Karena banyaknya pasien yang datang dengan gejala penyakit yang sama membuat Puskesmas tidak sanggup menampung seluruh pasien hingga akhirnya beberapa dari mereka harus dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah Haji Abdul Manan Simatupang di Kisaran. Kondisi Puskesmas juga terlihat sibuk, sebab pasien datang terus-menerus dan semakin banyak.

“Rata-rata pasien anak-anak balita. Orang tua juga ada. Kalau melihat gejalanya indikasi awal diduga keracunan makanan.  Mana yang bisa tangani ditangani, sebagian juga ada yang langsung ke rumah sakit umum Kisaran karena di sini sudah penuh,” kata salah seorang perawat di Puskesmas.

Sri, salah seorang warga yang mengaku kemanakannya yang masih balita ikut dirawat di Puskesmas mengatakan, warga sebelumnya menghadiri acara kenduri / wirid di rumah tetangga mereka bernama Iyem. Sepulang dari sana dan tak lama mengkonsumsi bekal nasi yang diberikan mendadak mereka merasa mual, pusing-pusing hingga muntah.

“Karena semua yang datang di acara wirid itu merasakan sakit perut dan tak enak badan,” ucapnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Asahan Jhon Hardi Nasution bersama anggota DPRD Fajar Priyanto, dan Kepala Dinas Kesehatan Elfina Tarigan langsung mengunjungi korban yang dirawat di RSUD HAMS Kisaran.

Menurut Keterangan dari Kepala BPBD Kabupaten Asahan Asrul Wahid  menjelaskan, kronologis kejadian keracunan massal tersebut berawal dari  acara wirid Yasin di rumah salah satu warga. Setelah selesai acara masing-masing, warga kembali ke rumah dengan membawa makanan dan minuman yang disajikan ahli bait untuk dibawa pulang.

Diperkirakan jumlahnya ada 200 orang sesuai dengan makanan yang dipesan.

Sebelumnya, tercatat 79 orang, kini berdasarkan data yang dimiliki oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Asahan telah mencapai 101 orang.

Namun, dari 101 orang tersebut sebagian besar sudah dipulangkan ke rumahnya masing-masing.

Kadis Kesehatan Kabupaten Asahan, dr. Vina Tarigan saat ditemui wartawan di ruang kerjanya menjelaskan, totalnya ada 101 orang. “Rinciannya, 40 orang rawat inap di Puskesmas, 7 orang rawat inap di RSUD HAMS Kisaran dan 54 orang rawat jalan,” terang dr. Vina.

Lebih lanjut dr. Vina menjelaskan, 40 orang yang rawat inap di Puskesmas telah dipulangkan ke rumahnya masing-masing karena kondisinya sudah membaik.

“Alhamdulillah, kondisi pasien sudah membaik. 40 orang yang dirawat inap di Puskesmas sudah dipulangkan,” katanya.

dr. Vina mengaku, pihaknya telah mengambil sample makanan berjenis nasi lemak (nasi santan) tersebut untuk diperiksa di labotorium. “Untuk hasilnya paling cepat satu minggu. Kita juga telusuri sebab dari kejadian tersebut dan masih kita cek kebenarannya,” tuturnya.

Dinas kesehatan menilai, gejala yang menonjol dari pasien seperti penyakit lambung. “Kita lihat pasien dari muntahannya seperti sakit lambung. Tapi yang pasti kita tunggu saja dari hasil lab,” ujarnya.

Ia menduga, makanan tersebut sudah terkontaminasi sehingga kurang higienis. Karena nasi santan dimasak sejak pagi hari. Kemudian dikonsumsi di sore hari dan malam hari.

“Mungkin kami menduga makanan kurang higienis karena kelamaan. Nasi lemak itu dimasak dari pagi, terus wiridnya sore hari dan makanannya dibawa pulang. Ada yang makan jam 6 sore dan ada yang makan malam,” terangnya.

Satu-satunya Kadis wanita dijajaran Pemkab Asahan ini menghimbau kepada seluruh masyarakat Kabupaten Asahan agar lebih memperhatikan makanan yang hendak dikonsumsi. Terutama makanan yang diberi oleh orang lain.

“Jangan sembarangan makan, mesti kita perhatikan dulu higienitasnya. Terutama makanan pemberian orang lain. Kita perhatikan makanan tersebut sudah lama atau masih baru,” imbuhnya. (Per/Bay/fabe)

Foto: Suasana Puskesmas Air Joman yang dipadari ratusan warga karena diduga keracunan masal. (Perdana Ramadhan /Metro Asahan)

Poto: Kadis Kesehatan Kabupaten Asahan, dr. Vina Tarigan. (Bayu Sahputra/Metro Asahan)