News

10 Tahun Simalungun Bawah Terabaikan, 350 KK di Partimbalan Siap Menangkan Hasim-TPS

FaseBerita.ID – Sebanyak 350 Kepala Keluarga (KK) di Dusun 3 dan 4 Jati Rejo Nagori Partimbalan, Kecamatan Bandar Masilam, siap memenangkan pasangan calon Bupati-Wakil Bupati Simalungun nomor urut 2, H Muhajidin Nur Hasim-Tumpak-Siregar (Hasim-TPS).

Mereka mengaku selama ini merindukan pemimpin yang berasal dari Simalungun bawah. Sebab selama 10 tahun terakhir, wilayah Simalungun bawah terabaikan atau tidak tersentuh pembangunan.

Kini, ketika ada pasangan calon Bupati-Wakil Bupati Simalungun yang berasal dari Simalungun bawah, maka sudah selayaknya warga Simalungun bawah mendukungnya. Dukungan tersebut disampaikan tokoh pemuda, tokoh agama, dan tokoh masyarakat Dusun 3 dan 4 Jati Rejo Nagori Partimbalan, Kecamatan Bandar Masilam, Minggu (11/10/2020).

“Sebanyak 350 KK Nagori Partimbalan siap memenangkan Hasim-TPS, karena kami merindukan pemimpin di Kabupaten Simalungun dari Simalungun bawah. Sudah 10 tahun tidak ada pembangunan di Simalungun bawah,” ujar tokoh masyarakat Samsul Bahri.

Samsul Bahri berharap jika nantinya Hasim-TPS terpilih menjadi Bupati dan Wakil Bupati Simalungun agar memperhatikan Simalungun bawah.

“Kami mendukung pasangan nomor urut 2, Hasim-TPS menjadi Bupati dan Wakil Bupati Simalungun. Karena calon bupati dan wakilnya berasal dari Simalungun bawah,” tegasnya.

Masih kata Samsul Bahri, setelah Hasim-TPS menjabat Bupati-Wakil Bupati Simalungun, mereka tidak meminta banyak.

“Yang kami minta hanyalah perbaikan jalan. Karena sudah puluhan tahun juga kami tidak merasakan jalan yang bagus,” ujarnya sembari meneriakkan, Hasim-TPS nomor urut 2, namun akan menjadi nomor 1 dalam perolehan suara di Pilkada 9 Desember mendatang.

Samsul Bahri yang juga mewakili pemuda mengatakan harapannya kepada Hasim.

“Kalau dari pemuda, kami mohon adanya fasilitas olahraga karena di sini kami memiliki lapangan bola. Dengan adanya fasilitas, diharapkan pemuda di Simalungun berprestasi di bidang olahraga,” sebutnya.

Setelah mendengarkan curhatan hati (curhat) warga, Hasim mengaku hampir semua nagori, khususnya di Simalungun bawah mengeluhkan kondisi jalan. Hasim-TPS sendiri, katanya, memiliki target dalam lima tahun pembangunan jalan sudah selesai.

“Memang kalau hanya mengandalkan APBD, tentu tidak akan terlaksana. Saya dan Bang TPS sudah bertemu beberapa bupati di daerah lain dan juga teman-teman yang ada di DPR-RI. Kami berkonsultasi bagaimana bisa mendapatkan anggaran dari pusat,” ujarnya sembari mengatakan keyakinannya membangun Jalan Kita di Kabupaten Simalungun.

Hasim juga mengaku telah berbicara dengan pihak perbankan dan juga PTPN yang ada di Kabupaten Simalungun agar antara pemerintah daerah dan PTPN bersinergi membangun jalan yang ada di Kabupaten Simalungun.

“Untuk memperbaiki perekonomian masyarakat, saya dan Bang TPS sudah berbicara dengan pihak perbankan agar memberikan kredit lunak kepada masyarakat berupa tiga ekor lembu, yang angsurannya hanya Rp300 ribu per bulan selama 10 tahun,” ujarnya sembari mengatakan belum menjabat bupati namun dirinya sudah bersemangat untuk kemajuan Kabupaten Simalungun.

Tidak hanya itu, Hasim-TPS juga akan mempermudah pengobatan gratis kepada masyarakat. Dengan hanya membawa KTP, masyarakat sudah bisa menikmati pengobatan gratis.

Sebelumnya, Hasim bertemu ibu-ibu perwiritan di Partimbalan Sibatu-batu, Kecamatan Bandar Masilam. Ibu-ibu itu terkesima dengan Hasim. Menurut mereka, selain ganteng, Hasim sholeh dan lembut.

Seperti dikatakan Sri Ramatika.

“Ganteng, sholeh, dan lembut yang seperti inilah cocok menjadi Bupati Simalungun,” ujar Sri Ramatika, yang mengucapkan terima kasih atas kehadiran Hasim beserta istri dan juga tim.

Menurut Sri Ramatika, mereka kaum ibu memiliki prinsip idealis yang tinggi. Salah satunya, akan memilih pemimpin se-akidah.

“Kalau ada yang se-akidah, seiman, begitu juga keluarganya, untuk apa memilih yang lain,” tukasnya.

Sri Ramatika juga mengajak ibu-ibu perwiritan untuk memilih pemimpin yang asli kelahiran Kabupaten Simalungun, khususnya Simalungun bawah.

“Marilah kita meniatkan pemimpin yang seakidah dan mari kita memilih nomor 2,” ajaknya.

Masih kata Sri Ramatika, memilih pemimpin se-akidah merupakan kehormatan dan kebanggaan baginya.

“Kitalah yang menentukan pemimpin kita di Simalungun ini. Alangkah sayangnya ada orang baik tidak memimpin kita,” tandasnya.

Apalagi, sambungnya, ada calon pemimpin se-akidah, sholeh, ganteng, dari Simalungun bawah, dan sudah datang menemui mereka.

“Mari kita niatkan memilih pemimpin yang se-akidah dan taat beribadah,” ajaknya lagi.

Hasim mengucapkan terima kasih kepada ibu-ibu perwiritan. Ia mengaku yakin dengan ibu-ibu, karena menurutnya kaum ibu memiliki idealis tinggi.

“Bersama ibu-ibu, saya dan Bang Tumpak Siregar atau TPS semakin yakin mampu mewujudkan cita-cita masyarakat Simalungun bawah,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Hasim memaparkan program utama kalau nantinya ia dan TPS terpilih menjadi Bupati-Wakil Bupati Simalungun. Salah satunya, pemberian kredit lunak kepada setiap kepala keluarga berupa tiga ekor sapi. Jangka waktu pembayaran selama 10 tahun, sehingga setiap bulannya hanya membayar Rp300 ribu.

“Saya sudah kita bicarakan dengan pihak perbankan. Kalau nantinya amanah ini diserahkan kepada kami, program ini menjadi program utama,” terangnya.

Program selanjutnya, mengaktifkan kegiatan-kegiatan di rumah ibadah. Misalnya, di masjid diadakan belajar mengaji. Nantinya yang mengajar mengaji menerima insentif Rp3 juta setiap bulan dari pemerintah.

Kemudian, pengobatan gratis cukup menggunakan KTP. Tidak perlu mengurus surat miskin terlebih dahulu.

“Sekarang kan masyarakat yang mau berobat ke rumah sakit perlu mengurus surat miskin dulu. Sedangkan mengurus surat miskin tidak cukup satu hari. Yang ada, yang sakit itu semakin parah, dan yang parah meninggal dunia, baru surat miskinnya selesai. Jadi cita-cita saya, kalau nantinya Allah memberikan amanah, masyarakat itu hanya perlu membawa KTP untuk mendapatkan perobatan gratis. Kalaupun tidak ada KTP, hanya perlu membawa surat keterangan,” jelas Hasim.

Program lainnya, pengurusan surat-surat seperti KTP, Kartu Keluarga (KK), akta lahir, dan lainnya cukup di tingkat kecamatan.

“Untuk mencapai semua itu, Bang Hasim dan Bang TPS tidak bisa berjalan sendiri. Kami butuh doa dan dukungan dari ibu-ibu sekalian,” harapnya.

Tidak lupa Hasim mengajak masyarakat untuk tetap mematuhi protokol kesehatan pencegahan penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). (rel/fi)

USI