Lipsus

Tuti Hasanah Mochtar, Juri Barista Pertama di Asia Tenggara: Pilih Ajarkan Ilmu Penyajian Kopi

Mengenal kopi perlu rasa. Memperkenalkan kopi perlu usaha. Selama dua dekade terakhir, Tuti Hasanah Mochtar melakukan semua itu dengan penuh cinta.

SHABRINA PARAMACITRA, Jakarta

“MINUM kopi, teh, kalau bisa jangan pakai gula. Nanti kadar asam dalam kopinya lebih cepat naik,” kata Tuti kepada Jawa Pos yang saat itu memesan green tea latte di lantai 1 Esperto Barista Course di Jakarta.

Sabtu sore itu (30/3), sambil menunggu jam mengajarnya di Esperto Barista Course, pendiri Asosiasi Kopi Spesial Indonesia atau Specialty Coffee Association of Indonesia (SCAI) itu bersedia menemani Jawa Pos mengobrol.

Dengan kandungan proteinnya, susu lebih bisa menghasilkan rasa manis alami ketimbang gula. Apalagi kalau susu itu sudah mengalami proses steaming yang baik. Namun, seperti kata Dee (Dewi) Lestari, kopi itu sangat personal. Tuti pun selalu memegang prinsip tersebut. “Kopi itu enggak ada pakem. Minum kopi pakai gula itu enggak dosa kok,” kata dia, lantas tersenyum.

Pencinta kopi yang mempelajari kopi dari hulu sampai hilir pasti tahu siapa Tuti Hasanah Mochtar. Dia adalah juri kompetisi barista, bahkan juri barista internasional pertama di Asia Tenggara. Dia juga merangkul pelaku industri kopi berkualitas tinggi (specialty coffee).



Pascasarjana

Unefa
1 2 3 4 5 6Laman berikutnya
Back to top button