Lipsus

Tanam ‘Buah Surga’ di Belakang Rumah: Milenial Ini Raup Puluhan Juta Setiap Bulan

Dede memulai bisnis buah tin empat tahun lalu. Lantaran memiliki urat petani dari ayahnya, ia memutuskan tak bekerja setelah kuliah jurusan pertanian.
“Saya memulai bisnis ini dengan modal dengkul. Ngumpulin informasi dan modal dari teman -teman komunitas petani buah tin,” tutur Dede.

Dede kemudian berkecimpung dalan jaringan komunitas petani tin dari wilayah Karawang, Purwakarta hingga Subang. Mereka kerap bertukar informasi dan seluk beluk tanaman tin. Kebanyakan, kata Dede anggotanya petani pemula usia muda.

“Kami berbagi banyak hal dan saling bantu satu sama lain,” tutur Dede.

Setelah empat tahun berjalan, bisnis Dede mulai berkembang. Dia menyediakan berbagai jenis tin seperti Brown Turkey, Green Jordan dan Purple Jordan. Untuk merawat tanaman-tanaman itu, Dede mempekerjakan empat pemuda. Salah satunya Cahya Ningrat (19).

“Di sini saya belajar sambil bekerja. Supaya tidak merepotkan orang tua,” kata lulusan smk jurusan mesin itu. Cahya mengaku harus menunda cita-citanya menjadi pegawai pabrik lantaran tak juga dipanggil bekerja. (dtc/int)

Laman sebelumnya 1 2 3
USI