Lipsus

Surat Nikah & Akta Cerai Inggit Garnasih-Soekarno Diserahkan ke Negara: Kompensasi akan Disesuaikan

Keluarga besar tak setuju dokumen pernikahan dan perceraian Inggit Garnasih-Soekarno diperjualbelikan. Ridwan Kamil setuju ditempatkan di Gedung Arsip Nasional.

DIKDIK ARIPIANTO, Bandung, Jawa Pos

’’Mama beserta kakak-kakaknya yang lain dan adiknya tidak setuju kalau dokumen pribadi tokoh bangsa ini diperjualbelikan, dan lebih baik disimpan oleh arsip negara atau museum Inggit.’’

Nova Soraya menulis itu di akun Instagram-nya setelah mengantar sang mama, Ratna Juami, menemui Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. Ratna adalah salah seorang cucu Inggit Garnasih, mantan istri Presiden Pertama Indonesia Soekarno.

Dokumen yang dimaksud adalah surat nikah dan akta cerai Inggit-Soekarno yang Rabu pekan lalu (23/9) sempat ditawarkan lewat akun Instagram Popstoreindo dengan harga Rp 25 miliar.

Meski kemudian unggahan itu dihapus, yang meminati dua dokumen bersejarah tersebut ternyata sangat banyak.

Kepada Jawa Pos, Yulius Iskandar, founder Popstoreindo, mengatakan bahwa yang menelepon atau mengontaknya untuk menanyakan dua dokumen itu mencapai ratusan. Menurut Yulius, Tito Asmarahadi, salah seorang cucu Inggit, pemilik dua dokumen itu. Sedangkan Indopopstore berperan sebagai akun titip jual.

Surat nikah Inggit Garnasih-Soekarno.

’’Siang ini saya menerima kedatangan keluarga besar Ibu Inggit Garnasih yang menyampaikan kesepakatan mayoritas keluarga (para cucu Ibu Inggit ternyata ada 7 orang dari 2 anak angkat Bu Inggit) untuk menyerahkan surat nikah dan akta cerai Bung Karno dan Ibu Inggit Garnasih kepada negara. Tidak untuk dijual kepada kolektor pribadi,’’ kata Ridwan Kamil melalui akun Facebook-nya.

Radar Bandung sempat mengontak Tito kemarin. Tapi, hingga berita ini selesai ditulis, belum ada respons dari Tito.

Sebelumnya, Emil –sapaan akrab Ridwan Kamil– dan Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) termasuk yang meminta agar dokumen itu diserahkan ke negara. Emil bahkan menyebut, jika diserahkan, dokumen itu bisa ditempatkan di Rumah Bersejarah Inggit Garnasih di Kota Bandung.

Inggit adalah istri kedua Soekarno. Dari pernikahan itu, juga pernikahan sebelumnya, dia tidak dikaruniai keturunan.

Tapi, sejarah mencatat Inggit sebagai sosok yang sangat berperan membentuk karakter Soekarno. Dialah yang menyemangati Kus, sapaan sayangnya kepada Soekarno, sekaligus membantu pembiayaannya untuk menyelesaikan pendidikan hingga menjadi insinyur. Dia juga yang mendampingi Kus selama pembuangan di Ende dan Bengkulu.

Tapi, keduanya akhirnya berpisah saat Soekarno meminta izin menikahi Fatmawati. Inggit yang teguh tak mau dimadu memilih bercerai dari pria yang sangat dikasihinya, juga mengasihinya, itu.

Soekarno, seperti ditulis Reni Nuryanti, penulis biografi Inggit, menyebut perempuan priangan yang 13 tahun lebih tua darinya itu sebagai ’’ratu dalam hidupku’’. Dengan tubuh ringkih, Inggit juga melayat saat Kus wafat pada 1970, sepuluh tahun setelah pertemuan terakhir mereka.

’’Bahwa negara nanti akan mengganti biayanya, keluarga besar menyerahkan kepada aturan dan regulasi yang ada,’’ kata Emil.

Jika kelak proses serah terima selesai dilakukan, Emil menganggap tempat terbaik untuk dua dokumen itu di Gedung Arsip Nasional. ’’Bukan di lingkungan Pemprov Jawa Barat,’’ tulisnya.

Mengutip Bandung Ekspres, dalam dokumen perceraian itu tertulis diterbitkan ’’Djoem’at tanggal 29 boelan 1 tahun 2603’’ (penulisan tahun dalam dokumen itu menggunakan penanggalan Jepang yang bertepatan dengan tahun 1943). Selain itu, ada unggahan foto dokumen bertulis ’’Soerat Katerangan Kawin’’. (jp/*)





Back to top button