Lipsus

Sudjiati, Kades Perempuan Tertua; Punya 7 Cucu

Bahkan telepon seluler (ponsel) miliknya seakan tak bosannya berdering. Selalu ada saja panggilan, entah itu dari kerabat, rekan kerja, warga atau pembeli yang bertanya harga. Ia pun tidak mempermasalahkannya. “Ya semua sudah menjadi tugas. Saya jalani saja,” katanya.

Seabrek kegiatan pun dilakoni Sudjiati dengan semangat. Semua dianggapnya sebagai berkah. “Kalau lelah pasti, namanya juga manusia. Tapi selama masih dibutuhkan dan saya sanggup, kenapa tidak?” urainya kepada Jawa Pos Radar Kediri dengan bersahaja.

Ibu empat orang anak ini mempunyai cara jitu untuk menghilangkan penatnya. Saban hari Sabtu, ia sudah pasti tidak bisa diganggu. Sebab, Sudjiati sudah memiliki agenda wajib yang selalu dikerjakannya.

“Hari Sabtu adalah hari cucu. Itu sudah menjadi hal yang wajib. Tidak bisa lagi ditawar-tawar,” tuturnya sedikit bercanda.

Namun begitu, Sudjiati tidak berkelakar jika tiap Sabtu pasti menghabiskan waktu dengan para cucunya. Entah itu ia yang berkunjung ke rumah sang anak atau sebaliknya. Jika sudah berkumpul dengan cucunya, ia pun merasa penatnya tiba-tiba hilang. Rasa lelahnya tergantikan dengan celoteh riang. Sebuah obat sederhana yang mahal harganya.

Dengan kesibukannya yang padat tersebut, siapa sangka Sudjiati sudah berumur 64 tahun. Mbah Uti membuktikan, umur hanyalah deretan angka. Ia percaya bahwa batasan adalah diri sendiri yang menciptakan. (ndr)

Laman sebelumnya 1 2 3 4