Lipsus

Ketika Cinta KPK Terhadap Koruptor Bertepuk Sebelah Tangan

Oleh karena itu, Novel pun mengajak kepada semua jamaah yang hadir dalam acara ‘Kenduri Cinta’ tersebut untuk memperbaiki diri, membangun akhlak yang baik agar bisa menjadi orang-orang yang betul beruntung dan bisa bahagia.

“Tentunya setiap kesusahan itu adalah suatu berkah yang Allah berikan dan tidak selalu itu menjadi suatu hal yang buruk. Kenapa? Buruk dan baiknya tergantung respons kita. Kalau mendapat kesusahan terus bersikap susah atau ngedumel, atau malah justru berkeluh kesah, pastinya akan menjadi buruk buat dia. Tapi kalau sabar, ikhlas dan kemudian jadi jalan untuk banyak berdoa, semoga menjadi kekuatan buat kita,” tandas Novel.

Sementara itu, menanggapi hal yang tengah dialami Novel, Cak Nun meyakini hal itu atas seizin Allah. Sehingga dia berkeyakinan, Novel akan mendapat kemuliaan dalam hidupnya.

“Allah itu konsekuen. Kalau beri perintah dia sudah sediakan balasannya, berkatnya, kemuliannya. Beliau (Novel) sudah mendapatkan kemulian dalam hatinya, dan saya yakin beliau sekeluarganya sampai anak turunannya mendapatkan karunia dari Allah,” ucap sumai Novia Kolopaking tersebut.

Terkait hal yang dialami Novel, Cak Nun meyakini baik dirinya maupun jamaah maiyah belum tentu berani dan tegar seperti Novel. Oleh karena itu, Cak Nun meminta kepada jamaahnya untuk bersikap rendah hati, simpati, dan mendoakan Novel agar menemukan titik keseimbangan dalam hidupnya.

“Kesimbangan itu artinya kalau utang dibayar. Kalau nggak dibayar akan ditagih. Tagihan Allah akan datang, tinggal soal waktu saja. Barang siapa berhutang, maka Allah akan menagih. Mestinya negara yang menagih, tapi sampai dua tahun (kasus penyiraman air keras Novel-Red) tidak ada tagihan dari negara,” ucap pria kelahiran Jombang, Jatim 65 tahun yang silam tersebut.

Lebih lanjut menurut Cak Nun, karena tidak ada tagihan dari negara, maka suatu saat nanti akan ada petugas-petugas lain yang menagih pengungkapan kasus Novel. Ini karena menurutnya, orang-orang KPK itu bukan orang-orang yang hebat, tapi pejuang. Mereka hanya melakukan apa yang seharusnya dilakukan.

“Kita tidak perlu ngomong teknis soal korupsi dan segala macam, tapi harap anda tahu bahwa beliau adalah sahabat dalam perjuangan menegakan nilai-nilai Allah yang benar dalam kehidupan di Indonesia. Kita tidak mau jadi pahlawan, kita tidak mau jadi hero, kita cuma melakukan apa yang wajib dilakukan,” pungkas Cak Nun. (*/jpg)

Laman sebelumnya 1 2 3
USI