Lipsus

Ketika Cinta KPK Terhadap Koruptor Bertepuk Sebelah Tangan

Jadi menurut Novel, beruntunglah semua yang waras, yang berfikir sehat dan kemudian menjaga diri agar tidak terjerumus menjadi koruptor. “Ketika dia (koruptor) kemudian bermasalah dengan harta-hartanya, kita menolong dia. Kita sita hartanya semua. Kita ambil biar nggak jadi berat buat dia. Berarti apa?, saya katakan tadi, jadi kita cinta dengan mereka. Tapi cintanya bertepuk sebelah tangan,” ungkap Novel.

Akibat bertepuk sebelah tangan, para penggawa lembaga antirasuah pun kerap mendapatkan perlawanan balik dari para koruptor, seperti penyiraman air keras yang dialaminya dua tahun lalu.

“Kenapa? Biasanya, kebanyakan koruptor begitu ketangkap, dia begitu jengkelnya. Itu yang terjadi. Dan kemudian karena kejengkelannya, kadangkala ada beberapa di antaranya berbuat maksiat yang kedua. Apa itu?, dia berlaku dzolim. Menyerang, melawan dan lain-lain,” urai Novel.

Novel menegaskan, meski kerap mendapat perlawanan balik, dirinya merasa tidak mengalami kerugian atas ikhtiarnya bersama sejumlah koleganya di KPK untuk membersihkan negeri ini dari korupsi.

“Saya pernah bertemu dengan seseorang terus dibilang ‘ waduh kamu kena serang kasihan’. Tapi kalau bicara kasihan itu menurut saya sebetulnya nggak pas. Kenapa?. Yang pertama, bukankah segala sesuatu yang terjadi Allah sudah takdirkan, Allah sudah ridhoi. Kalau Allah nggak takdirkan, Allah nggak ijinkan nggak mungkin terjadi,” tegas Novel.

“Kalo Allah sudah ijinkan, yang terjadi itu pasti baik, nggak mungkin nggak baik. Oleh karena itu, mendapat segala kesusahan apapun logikanya nggak boleh sedih,” imbuhnya.

Novel menjelaskan, dalam kehidupan di dunia, cobaan tidak hanya dengan kesusahan. Kadangkala katanya, ketika diuji dengan kesusahan bisa lulus. Namun, ketika diberi cobaan dengan berbagai hal kesenangan, bisa tidak lulus, malah tambah rusak.

“Jadi inilah saya memberikan gambaran tadi, koruptor orang yang kelihatannya kaya, itu padahal orang sedang harus dikasihani. Kenapa?, karena dia tidak bisa berubah, dia berbuat mendzolimi diri sendiri, dia berbuat sesuatu yang justru membuat dirinya terjerumus,” jelasnya.

Laman sebelumnya 1 2 3Laman berikutnya
USI