Lipsus

Di Stadion, Mereka Berbagi Kebahagiaan dengan Para Penderita Kanker

PULUHAN ribu suporter Persebaya melakukan kegiatan kemanusiaan lewat aksi lempar boneka. Sekaligus mengirim pesan: Yang terbaring sakit tak sendirian dalam perjuangan mereka.

BAGUS PUTRA PAMUNGKAS, Surabaya

OTAVIO Dutra tak langsung masuk ke ruang ganti setelah peluit panjang babak pertama ditiup. Bek Persebaya Surabaya itu memilih bertahan sebentar di lapangan. Dia menunggu momen yang ditunggu: lempar boneka.

Dalam perempat final Piala Presiden di Gelora Bung Tomo, Surabaya, kemarin, Bonek, sebutan pendukung Persebaya, memang punya gawe lain selain mendukung tim kesayangan yang menjamu Tira Persikabo. Mereka bareng-bareng melemparkan boneka di jeda babak pertama. Dengan tujuan kemanusiaan.

Benar saja, begitu peluit panjang berbunyi, puluhan ribu Bonek yang hadir dalam laga yang akhirnya dimenangi Persebaya 3-1 itu langsung melemparkan beragam boneka. Besar, kecil. Dutra pun ikut larut di dalamnya.

Saking antusiasnya, ada satu fase yang terlewatkan: mengheningkan cipta. Untuk menghormati korban banjir bandang di Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua.

“Anak-anak terlalu semangat,” kata koordinator Green Nord Husin Ghozali kepada Jawa Pos.

Tapi, hal itu tak sampai mereduksi keindahan momen tersebut. Saat ribuan boneka langsung berjatuhan dari tribun. Lapangan tampak warna-warni. Menyala akibat lemparan boneka.

Hujan boneka berlangsung sampai 2 menit. Setelah hujan reda, 2.158 personel keamanan yang berjaga langsung memungut boneka yang ada.
Mereka menyisir dari tribun utara. Bekerja cukup cepat, sebelum kickoff babak kedua, seluruh boneka sudah terambil.



Pascasarjana

Unefa
1 2 3Laman berikutnya
Back to top button