Lipsus

Dari Proyek Digitalisasi Naskah Kuno Jogjakarta di Inggris

JUNI 1812 tentara Inggris melakukan penjarahan besar-besaran di Keraton Jogjakarta. Bulan ini atau nyaris 207 tahun setelahnya, kita bisa leluasa mengakses manuskrip kuno yang hilang tanpa harus terbang ke London. Berikut laporan wartawan Jawa Pos Ainur Rohman yang baru pulang dari sana.

AINUR ROHMAN, Jawa Pos

Orang yang bertanggung jawab atas penjarahan hebat di Keraton Jogjakarta pada Juni 1812 adalah Gubernur-Letnan Hindia Belanda Thomas Stamford Raffles.

Hampir setiap hari dalam dua pekan satu gerobak barang berharga, termasuk manuskrip penting, dibawa dari keraton menuju Inggris.

Tentara Inggris diperkirakan membawa sekitar 7.000 manuskrip ke London. Itu tidak hanya berasal dari Jogjakarta. Melainkan dari seluruh Indonesia. Dari jumlah itu, “hanya” sekitar 600 naskah kuno dari Indonesia yang bertahan sampai sekarang. Sedangkan yang berasal dari Jogjakarta berjumlah 75 naskah.



Pascasarjana

Unefa
1 2 3 4Laman berikutnya
Back to top button