Lipsus

Daniel Ompusunggu Perkenalkan Danau Toba dan Budaya Batak ke Tingkat Internasional

FaseBerita.ID – Memperkenalkan budaya Batak dan keindahan Danau Toba ke tingkat internasional, terus dilakukan Daniel Ompusunggu. Upaya ini tidak lepas akan kecintaannya sejak tahun 2013 silam. Berbagai cara dibuat untuk mewujudkan rencananya, termasuk mendirikan Jabu Sihol bertempat di Jalan Viyata Yudha, Kecamatan Siantar Sitalasari.

Jabu Sihol tepatnya dijadikan untuk persinggahan wisata manca negara sejak dibangun tahun 2016. Sesuai namanya Jabu artinya Rumah dan Sihol artinya Rindu (Rumah Rindu) bisa menjadi daya tarik tambahan yang memikat pengunjung untuk betah dan kelak mau berkunjung kembali.

“Harapan saya wisatawan manca negara itu yang datang berkunjung kelak akan rindu kembali ke Indonesia, khususnya Kota Siantar,” terangnya.

Jabu Sihol persinggahan gratis bagi pengunjung, sekaligus menawarkan jasa untuk memperkenalkan kota Siantar dan budaya Batak.

“Kita memperkenalkan budaya budaya Batak kepada wisatawan, seperti bercocok tanam, bertenun dan memasak masakan khas batak toba,” ucapnya, sembari menyampai syukur karena jumlah pengunjung ke Jabu Sihol sudah mencapai 3.000 wisatawan dari berbagai penjuru dunia.

Harapannya paling dalam adalah, setiap wisatawan kembali ke negara asalnya dengan membawa berbagai cerita akan indahnya Danau Toba dan uniknya kekayaan budaya Batak.

Respon baik terus ia dapatkan dari wisatawan atas Jabu Sihol dan akan terus dikembangkan jauh lebih baik seiring dengan waktu.

“Kalau Jabu Sihol yang baru ini memiliki konsep ‘ Experiencing Batak Culture, Empowering Batak People ‘. Ini lebih matang dari Jabu Sihol sebelumnya,”ucap pria yang sudah berungkali memperkenalkan keinginannya tersebut ke berbagai negara.

Menurut cerita Daniel, dirinya telah diundang ke 10 negara untuk memperkenalkan budaya Batak, Danau Toba dan Kota Siantar. Tidak hanya mempromosikan melalui Jabu Sihol, Daniel berkesempatan memperkenalkan budaya batak ke luar negeri. Sedikitnya telah 10 negara telah dikunjungi Daniel untuk presentasi di depan berbagai golongan.

Pada hari Minggu depan, Daniel akan mengunjungi Belanda dan Prancis. Sama seperti negara-negara sebelumnya, Daniel akan membuat masyarakat setempat mengunjungi Siantar dan belajar budaya Batak. “Wisatawan yang sudah datang ke Jabu Sihol lah yang mengundang saya untuk memperkenalkan budaya batak ke negaranya. Terakhir, saya berkesempatan presentasi di depan pelajar di negara China,” tuturnya.

Jabu Sihol yang baru, kata Daniel, tetap menjadi persinggahan gratis. Namun para wisatawan diwajibkan mengikuti 6 budaya batak yang disediakan, yakni bertenun, belajar bahasa batak, bertani, merawat kerbau, tortor batak dan memasak masakan khas batak toba.

“Menginapnya gratis, tapi experience-nya yang mereka harus bayar. Itu nanti ada tarifnya masing-masing,” pungkasnya. (pam/esa)



Pascasarjana

Unefa
Back to top button