Lipsus

Dahlan Bukhari Sangat Layak Pimpin Labuhanbatu: Sukses dari Ketua Ranting hingga Ketua DPRD

Cerdas dan menginspirasi. Dua kata ini sepertinya pantas disandang sosok Dahlan Bukhari, kader PDIP yang sukses meniti karir politiknya dari ketua ranting hingga menjabat sebagai Ketua DPRD Labuhanbatu.

NIKO – METRO ASAHAN

Dan kini, nama anak Labuhanbatu itupun digadang-gadang sebagai salah satu tokoh yang pantas untuk memimpin Kabupaten Labuhanbatu 5 tahun kedepan. Siapa sebenarnya Dahlan Bukhari?

Jumat (28/6/2019) pekan lalu, awak media ini bertemu dan Shalat Jumat berjamaah di Masjid Fatmah Hasanah Jalan Cut Nyak Dhien Rantauprapat.

Pria kelahiran Rantauprapat 7 November 1970 ini tak lupa shalat di masjid pendirian mertuanya Almarhum H Raja Sulung Bahsan tersebut. Sosok Dahlan Bukhari, juga cukup dikenal oleh warga sekitar. Sebab dia dulu juga pernah tinggal bersama orangtuanya di Jalan Abdurrahman, yang berdekatan dengan Jalan Cut Nyak Dhien.

“Jadi, dari dulu memang sering sholat di masjid ini,” ujar Dahlan usai melaksanakan sholat Jumat.

Kami pun bergegas beranjak meninggalkan masjid yang mulai didirikan sejak tahun 1982 itu, dan selanjutnya diajak makan siang menuju salah satu rumah makan di kawasan Jalan WR Supratman Rantauprapat.

Rumah makan yang berlokasi tak jauh dari Stasiun Kereta Api Rantauprapat itu rupanya menyajikan menu spesial “Gulai Asam Ikan Baung” yang jadi menu pilihan kami. Ikan baung sungai yang segar, dimasak dengan kuah gulai asam perpaduan rempah-rempah tanpa santan.

Rasanya pun sangat enak dan segar di lidah, hingga semakin menambah selera makan siang kami.

Disela makan siang itu, Dahlan pun mengisahkan kalau ia adalah anak ke delapan dari delapan bersaudara, yang terlahir dari keluarga sederhana. Ayahnya Almarhum Arifin Sagala seorang PNS di Dinas Pendidikan Labuhanbatu.

Sementara ibunya Almarhumah Nurhayati Ikhlas, juga PNS yang pernah menjabat sebagai Kepala Sekolah di SDN 112137 Rantau Utara, atau yang sejak dulu lebih dikenal dengan nama SD 4.

Di SD itu jualah Dahlan menyelesaikan sekolah tingkat dasar lulusan tahun 1983. Kemudian melanjutkan sekolah di SMPN 1 Rantau Utara lulus tahun 1986. Dan selanjutnya melanjutkan sekolah tingkat atas di SMAN 1 Rantau Selatan lulus pada tahun 1989.

Sebagai anak yang yang besar dan tumbuh kembang di Rantauprapat, Dahlan tentu memiliki banyak kenangan di kota kelahirannya ini. Pada saat masa kanak-kanak, antara tahun 1970 hingga 1980-an, Dahlan mengaku sering main dan kumpul bersama teman-temannya di lokasi berjuluk “Batu Pikir”, yang kini lokasinya persis tempat berdirinya Tugu Simpang Enam Rantauprapat.

Menurut Dahlan, Batu Pikir itu adalah bangunan batu yang berdiri melintang mengarah ke empat penjuru. Nah, bangunan batu inilah yang dijadikan tempat duduk-duduk kaula muda Rantauprapat pada masa itu.

Tapi tak seperti sekarang, di lokasi itu dulunya sangat jarang dilalui kendaraan, hingga sangat tenang dan nyaman sebagai tempat bersantai. Ada lagi kenangan menonton Bioskop Ria yang dulu pernah ada di kawasan Jalan Imam Bonjol Rantauprapat.

Di areal bioskop ini, Dahlan mengenang para penjual makanan mi jongkok dan kacang tojen berbungkus koran, yang selalu menjadi jajanannya jika berkunjung ke bioskop itu. “Jadi kalau asli anak Rantauprapat, pasti tau lah Batu Pikir dan mi jongkok di Imam Bonjol,” ungkap Dahlan.

Bukan hanya di Kota Rantauprapat. Dahlan juga sangat paham daerah pesisir pantai Labuhanbatu. Sebab disana juga kampung halaman tempat kelahiran ibunya Almarhum Nurhayati Ikhlas. Kata Dahlan, ayahnya lahir di Sipirok dan merantau sejak remaja di kota Rantauprapat.

Sementara ibunya, lahir dan tumbuh di Labuhan Bilik, Kecamatan Panai Tengah, Labuhanbatu. Maka tentu Dahlan memiliki banyak keluarga disana. Bahkan, kakek atau atok dari ibunya juga masih keturunan Kesultanan Panai yang bergelar Datuk Lelawangsa. “Datuk Lelawangsa itu kami panggil unyang, karena dia atok ibu kami,” sebut Dahlan.

Selepas makan siang, kami pun diajak ikut berkunjung ke rumah pribadinya di Kelurahan Aek Paing, Kecamatan Rantau Utara. Di kediamannya itu, kami diajak masuk ke ruang kerja yang didalamnya terdapat perpustakaan mini dengan puluhan buku yang tersusun rapi di lemari kaca. Beberapa diantaranya, merupakan buku yang ia beli atau didapat dari sejumlah daerah di Indonesia.

Dahlan Bukhari memang dikenal sosok yang gemar membaca. Jika bepergian atau tugas ke luar kota, ia kerap menyempatkan diri untuk membeli buku yang kemudian dibawa pulang. Hal ini tentu sangat berbeda dengan kebanyakan pejabat, yang biasanya hanya membeli pakaian atau barang lain untuk dibawa pulang jika bepergian atau tugas ke luar kota. “Buku-buku ini adalah warisan bagi anak-anak saya nati,” sebutnya.

Menurut Dahlan, membaca dan belajar termasuk kunci kesuksesan karir politiknya. Dia mengisahkan kalau sejak tahun 1997, ia sudah mulai berkecimpung di organisasi partai politik. Dahlan bermula aktif di Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Pro Mega, yang saat itu dengan tegas menolak ikut Pemilu yang dianggap tidak Luber dan penuh rekayasa Orde Baru.

Saat itu, Dahlan termasuk kader yang menonjol di partai, hingga pada tahun 1999, saat PDI telah berubah menjadi Partai Demokrasi Indonesia Pejuangan (PDIP), Dahlan pun dipercaya menjadi Ketua Ranting PDIP di Kelurahan Cendana.

Amanah jabatan yang diberikan membuat Dahlan semakin aktif dan terlibat langsung dalam praktek organisasi politik, seperti menjadi saksi dan mengkoordinir saksi partai di setiap TPS dalam momen Pemilu kala itu.

Karir politik Dahlan Bukhari semakin melonjak. Dalam Konfrensi Cabang DPC PDIP Labuhanbatu pada tahun 2000, Dahlan pun dipercaya dan ditetapkan sebagai Wakil Sekretaris DPC PDIP dibawah kepemimpinan Ketua DPC H Amarullah Nasution. Atas posisi jabatan yang diberikan, Dahlan pun semakin terlibat dalam kerja-kerja partai. Seperti turut mengkonsolidasikan partai di 22 kecamatan di Kabupaten Labuhanbatu yang saat itu belum dimekarkan.

Kemudian, dalam momen Pemilu Legislatif tahun 2004, Dahlan pun maju menjadi salahsatu calan Anggota DPRD Labuhanbatu yang diusung PDIP pada masa itu. Dahlan ditetapkan sebagai calon legislatif dari daerah pemilihan tiga (Dapil 3), yang meliputi Kecamatan Bilah Barat, Marbau, Aek Kuo, NA IX-X, dan Kecamatan Aek Natas.

Berkat perjuangan dan keuletannya, Dahlan pun berhasil mendapat kepercayaan rakyat hingga resmi dilantik sebagai Anggota DPRD Labuhanbatu priode 2004-2009.

Menjadi anggota DPRD tentu pengalaman baru bagi Dahlan Bukhari. Sebagai pendatang baru di lembaga legislatif, Dahlan tak sungkan mengakui kalau sesungguhnya saat itu kondisi minimnya pengalaman politik dan pengetahuan tentang perundang-undangan menjadi kendala bagi dirinya. Tapi hal itu bukan lantas membuatnya pasrah begitu saja. Tapi justru membuat Dahlan semakin rajin membaca dan terus belajar.

Hingga setapak demi setapak, ia pun perlahan bisa mengikuti percaturan politik dan peraturan perundangan di lembaga legislatif tersebut. Bahkan sekitar 2 tahun setelah dilantik, atau tepat pada tahun 2006, Dahlan sudah bisa mengikuti ‘pola main’ para senior di DPRD itu.

Bahkan, sudah mulai ikut berdebat disetiap kesempatan persidangan.

“Saat itu kondisinya banyak senior, jadi kita yang baru ya seperti anak bawang. Tapi dari senior-senior itu juga saya banyak belajar dan terus belajar,” ungkapnya.

Sukses di priode pertama, Dahlan Bukhari kembali mencalonkan diri sebagai calon anggota legislatif pada Pemilu 2009. Dahlan yang tetap diusung partai PDIP itu mencalonkan diri dari Dapil 1 yang meliputi Kecamatan Rantau Utara, Rantau Selatan, Bilah Barat, Bilah Hulu dan Pangkatan. Berbekal potensi yang ada pada dirinya, Dahlan pun kembali terpilih sebagai Anggota DPRD Labuhanbatu priode 2009-2014. Di priode kedua ini, sosok Dahlan Bukhari semakin menonjol di lembaga legislative itu.

Nama Dahlan Bukhari dikenal cukup vokal mengkritisi setiap kebijakan yang dianggap tidak pro rakyat. Bahkan, Dahlan Bukhori yang akrab disapa ‘Bung Dahlan’ di kalangan aktivis itu, kerap terlibat dalam perjuangan-perjuangan rakyat, seperti memperjuangkan hak kaum tani, buruh ataupun karyawan. “Saya bergaul dan belajar sama kawan-kawan aktivis, ikut membela kelompok-kelompok tani,” ungkap Dahlan.

Sikap konsisten Dahlan Bukhari rupanya mengantarkannya kembali menjadi pemenang dalam Pemilu Legislatif tahun 2014. Bahkan, di priode ketiganya ini, Dahlan Bukhari yang mencalonkan diri dari Dapil 1 Kecamatan Rantau Utara berhasil menduduki jabatan Ketua DPRD Labuhanbatu priode 2014-2019.

Bukan hanya di legislatif, karir Dahlan Bukhari juga merangkak naik di organisasi partai politik berlambang banteng itu. Pada tahun 2010, Dahlan Bukhari diangkat menjadi Bendahara DPC PDIP Labuhanbatu. Kemudian pada tahun 2015, Dahlan Bukhari menduduki posisi Wakil Ketua DPC PDIP Labuhanbatu.

Dan terakhir, tepat pada Juli 2018 lalu, Dahlan Bukhari resmi ditetapkan sebagai Ketua DPC PDIP Labuhanbatu menggantikan H Pangonal Harahap. Dan kini, Dahlan Bukhari juga ditetapkan menjadi Ketua Tim Pemenagan Capres dan Cawapres Jokowi-Maaruf Amin di Kabupaten Labuhanbatu. “Jadi, semuanya tidak diraih dengan instan, saya mulai dari bawah,” sebut Dahlan.

Setelah panjang lebar berbincang di ruang kerjanya, kami pun berpindah tempat melanjutkan perbincangan di teras rumah yang tampak dikelilingi dengan berbagai jenis tanaman bunga hias. Begitu juga dengan halaman dan taman rumahnya yang ditumbuhi rerumputan dan berbagai jenis tumbuhan.

Sangat indah dipandang mata. Rupanya selain gemar membaca, sosok Dahlan Bukhari juga gemar merawat tanaman. Disela kesibukannya, Dahlan selalu menyempatkan diri untuk merawat dan membersihkan semua tanaman di rumahnya itu.

“Saya memang suka merawat tanaman. Itu disana ada durian musang king, dulu waktu dikasih teman batangnya masih kurus, setelah saya rawat sekarang sudah mulai sehat,” ungkap Dahlan sembari memperlihatkan sejumlah koleksi bunga hias halaman rumahnya itu.

Diakhir perbincangan kami, Dahlan Bukhari juga menyampaikan pandangan dan harapan tehadap Kabupaten Labuhanbatu. Dia mengatakan kalau daerah ini sebenarnya memiliki banyak potensi yang bisa mendatangkan sumber pendapatan daerah. Misalkan, potensi Kabupaten Labuhanbatu untuk dapat dijadikan sebagai daerah transit antara Medan dan Pekanbaru.

Sumber daya alam di pesisir pantai Labuhanbatu juga banyak yang belum tergali, baik di sektor pertanian maupun perikanannya. Selanjutnya, Labuhanbatu juga memiliki hutan yang bisa dijadikan tempat rekreasi mencari keindahan alam. Maka, suasanya yang tenang dan nyaman di daerah hamparan bukit barisan harus dilestarikan.

“Dari potensi-potensi ini sebenarnya bisa mendatangkan sumber-sumber pendapatan daerah, tapi harus dikelola dengan tangan-tangan yang kreatif dan inovatif, serta memiliki integritas yang tinggi,” tandasnya.

Dahlan Bukhari berharap kepada kita masyarakat Labuhanbatu, terutama stekholder harus memacu diri untuk berperan aktif dalam proses pembangunan agar jangan tertinggal dari Kabupaten Labuhanbatu Utara dan Labuhanbatu Selatan, yang kelihatannya sudah berlari mengejar induknya.

Nah, ketika ditanya tentang kesiapannya untuk memimpin Labuhanbatu, Dahlan pun menegaskan kalau dirinya sebagai putra daerah, merasa berkewajiban untuk membenahi Labuhanbatu yang kondisinya saat ini sudah sangat jauh tertinggal jika dibandingkan dengan daerah lain di sekitar Labuhanbatu.

“Potensi sumber daya kita masih banyak yang belum dimaksimalkan. Semua itu dapat dilakukan kalau bisa memegang kendali lembaga eksekutif atau kepala pemerintahan daerah,” tandasnya. (***/nik)