Lipsus

Warga Simalungun Ikut ‘Festival Gapura Cinta Negeri’

Pajang Rumah Adat hingga Sigalegale demi Bertemu Presiden Jokowi

Laporan: Tohap Manurung, Jorlang Hataran

Masyarakat Nagori Panombean Huta Urung, Kecamatan Jorlang Hataran, Kabupaten Simalungun bersemangat merayakan Hari Ulang Tahun ke-74 Kemerdekaan Republik Indonesia. Tidak tanggung-tanggung, mereka berpartisipasi dalam ‘Festival Gapura Cinta Negeri’, perlombaan bertaraf nasional.

Untuk membangun gapura sesuai kriteria panitia, warga bergotong-royong. Mereka memadukan unsur budaya dan kebangsaan atau nasionalisme.

“Karya seni ini kami produksi melalui kreativitas dan orisinalitas, serta estetika dengan ide. Juga memadukan nilai-nilai kemerdekaan serta nilai kebangsaan Indonesia dengan budaya dan adat istiadat serta aspek-aspek tradisi yang melekat di daerah kami,” terang Kristianus Naibaho, perwakilan warga, Selasa (13/8).

Menurut Kristianus, di gapura tersebut mereka memajang rumah adat Batak Toba dan Simalungun. Kebetulan, dua suku itu mendiami wilayah tersebut. Juga memasang ornamen Simalungun di tiang penyangga gapura. Ornamen tersebut merupakan ciri khas corak ukiran di Rumah Bolon Simalungun.

“Kami juga memasang daun pucuk aren yang merupakan hiasan-hiasan dalam setiap perayaan hari kebesaran di daerah kami ini,” ujarnya.

Di gapura itu, lanjutnya, ada juga foto Sigalegale. Tak ketinggalan foto Raja Sisingamangaraja XII, yang merupakan Pahlawan Nasional dari Tanah Batak.

Sedangkan untuk unsur kebangsaan atau nasionalisme, warga memasang bendera merah putih dan patung Garuda Pancasila. Tak ketinggalan, foto Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Jusuf Kalla. Plus logo HUT ke-74 Kemerdekaan RI, dengan Motto SDM Unggul Indonesia Maju.

“Ada juga foto Soekarno yang merupakan Proklamator dan foto Megawati Soekarno Putri, yang,” terangnya.

Ditambah, foto Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan MPA.

“Menurut kami, beliau (Luhut, red) merupakan menteri dari Tanah Batak yang memerhatikan kemajuan pembangunan di daerah kami, khususnya di kawasan Toba,” katanya.

Tak hanya itu. Ada juga spanduk pelengkap bertuliskan “Selamat Datang kepada Bapak Presiden RI Ir Joko Widodo dan Wakil Presiden RI Drs H Muhammad Jusuf Kalla serta Bapak Luhut Binsar Panjaitan MPA”.

Terkait dana untuk pembuatan gapura tersebut, menurut Kristianus, dari swadaya masyarakat.

“Dana yang dibutuhkan Rp4 juta, dan yang terlibat 50 orang,” tukasnya.

Diakui Kristianus, ia dan warga sangat berharap bisa memenangkan festival bergengsi tersebut. Namun dari itu semua, keinginan terbesar mereka adalah bertemu langsung dengan Jokowi di Istana Negara.

“Kalau bisa bertemu, kami ingin menyampaikan aspirasi tentang permohonan pembangunan jalan di kampung kami. Sebab sejak Indonesia merdeka, jalan di kampung kami tidak pernah diaspal. Kami merasa kami juga bagian dari NKRI yang punya hak untuk menikmati hasil kemerdekaan ini,” ujarnya.

Festival Gapura Cinta Negeri merupakan kompetisi unjuk kreativitas dalam rangka memeringati Hari Ulang Tahun ke-74 Kemerdekaan RI. Hadiahnya menarik, yakni pemenang diundang ke Jakarta untuk menerima penghargaan dan bertemu langsung dengan Presiden Jokowi.

Mengutip laman Instagram @festivalgapura, kegiatan ini ditujukan untuk meningkatkan, mengembangkan persatuan dan kesatuan, serta meningkatkan nilai nasionalis. Selain itu, juga membangkitkan partisipasi masyarakat dan menumbuhkan kreativitas. Festival #GapuraCintaNegeri ini berhadiah total uang senilai Rp1 miliar.

Presiden Jokowi Sendiri, Kamis (17/7/201) lalu melalui akun Instagram @jokowi mengajak masyarakat memeriahkan hari kemerdekaan dengan Festival Gapura Cinta Negeri.

Silakan Bapak, Ibu, dan saudara-saudara bergotong-royong membangun gapura kemerdekaan di masing-masing lingkungan.

Lingkungan tempat tinggal, lembaga, instansi, perusahaan, atau organisasi sekreatif dan seunik mungkin.

Temanya sederhana: “Cinta Negeri” (*)

Tags

Berita lainnya

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker
Close