Lipsus

Pelatihan Metode Pembelajaran Sains dan Ilmu Sosial bagi guru SD

Ajarkan Anak dengan Hal-hal Sederhana

SIANTAR, FaseBerita.ID – Departemen Diakonia Huria Kristen Indonesia (HKI) bersama Komite Nasional Lutheran World Federation (KN LWF) di Indonesia membangun kemitraan dalam pelayanan pendidikan.

Salah satu program adalah dengan menggelar Pelatihan Metode Pembelajaran Sains dan Ilmu Sosial bagi guru SD yang digelar di SD HKI nomor 3 Kampung Asuhan dengan Sekolah Kristen di Australia, yakni St Marthin,s Lutheran Collage. Kemitraannya sudah dimulai pada tahun 2016

Ephorus HKI Pdt M Pahala Hutabarat MM melalui Kabid Diakonia Pdt Adventus Nadapdap mengatakan, dengan perkembangan teknologi di era revolusi industri 4.0, dimana sistem perekonomian, bahkan politik dan budaya berjalan menggunakan teknologi informasi melalui internet.

Tentu saja kejanggihan teknologi informasi saat ini akan mengubah sistem kerja manusia. Dunia pendidikan pun sudah mengalami perubahan agar mampu menghadapi arus perubahan zaman.

“Sekolah-sekolah HKI juga harus mampu menguasai metode pembelajaran sains dan ilmu sosial yang sudah beradaptasi dengan revolusi industry 4.0. Untuk itu para guru di Sekolah- sekolah HKI perlu dibekali metode pembelajaran sains dan ilmu sosial yang memampukan siswanya menghadapi revolusi industri 4.0,” jelas Pdt Adventus Nadapdap ditemui di SD HKI 3 Stadion Asuhan Siantar, Jumat (12/7/2019).

Pelatihan ini diikuti 30 guru-guru di SD dan SMP HKI yang ada di Pematangsiantar sekitarnya dan kegiatannya berlangsung Jumat-Sabtu, 12-13 Juli 2019 bertempat di SD HKI Nomor 3 Kampung Asuhan.

“Kita mengucapkan terimakasih kepada narasumber pelatihan trainer dari St Marthin Luther College Australia dan juga kepada KN LWF,” tambahnya.

Kepala Sekolah St Marthin Luther College Australia Robyv yang menjadi trainer mengatakan, pihaknya sangat mengapresiasi kemitraan yang sudah terbangun antara HKI dan KNLWF dalam pengembangan pendidikan.

“Program ini diharapkan dapat berlanjut untuk pengembangan pendidikan bersama. Wadah ini dapat menjadi bertukar informasi dan wawasan bagi sesame guru,” jelas Robyv yang didampingi perwakilan KNLWF Fernando Sihotang.

Lanjut Robyv, pelatihan guru-guru akan difokuskan bagaimana mengajarkan anak untuk bekerjasama dan kreatif.

“Ajarkanlah anak-anak dengan hal-hal yang sederhana. Hal-hal kecil tapi berguna,” tandasnya. (rel/rah)

Tags

Berita lainnya

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker
Close