Lifestyle

Zulnizar Gunawan Rias Sendiri Wajah Istri untuk Akad Nikah

Sebagai Make up Artist (MuA) tentunya Zulnizar Gunawan biasa merias wajah wanita, termasuk pengantin. Namun yang beda, Izar-demikian sapaan akrabnya, merias sendiri wajah sang istri, Rizky Wirdasari untuk acara akad nikah.

Untuk hal itu, menurut Izar, merupakan amanah dari almarhumah ibu mertua yang meninggal dunia, 40 hari sebelum  akad nikah.

“Saat kami masih pacaran, saya sudah jadi MuA. Almarhumah mama mertua yang memang sudah sakit, berpesan kepada Rizky, kalau menikah harus saya sendiri yang merias. Katanya, mama suka dengan riasan saya,” kata Izar yang saat ini juga mengajar tata rias di MW Salon.

Sebenarnya, sambung Izar, menjelang pernikahan, ia sempat meminta kepada Rizky agar MUA lain saja yang merias. Namun Rizky menolak, dan mengingatkan Izar tentang amanah sang ibunda.

“Ya sudah, saya yang merias dia. Tapi kalau untuk resepsi, Bang Indra (Indra MW, red) yang merias. Soalnya, saya ada job merias pengantin di hari yang sama. Jadi pagi Subuh, saya sudah kerja. Dua jam kemudian, pulang dan bersiap-siap untuk resepsi. Eh, ada pula keluarga yang minta dirias dan saya nggak bisa menolak. He he he,” kenang Izar.

Diceritakan Izar, ia mengenal MuA saat masih bekerja di salah satu pusat perbelanjaan di Pematangsiantar. Saat itu, Izar bertugas di bagian promosi. Ia pun kerap menjadi Master of Ceremony (MC) berbagai event di pusat perbelanjaan tersebut.

Selama setahun bekerja, Izar memerhatikan, ternyata perempuan yang wajahnya biasa-biasa saja, setelah dirias, bisa berubah menjadi luar biasa. Izar pun mulai tertarik. Ia mencoba belajar tata-rias secara otodidak.

Hingga kemudian, dalam suatu event fashion show di tempat kerjanya, ada dua orang model yang tidak sempat di-make up oleh perias.

“Padahal waktu sudah mepet. Ya sudah, saya nekat merias dua model itu. Ternyata hasilnya tidak mengecewakan. Banyak yang memuji hasil karya saya,” tukas alumni Fakultas Ekonomi Universitas Simalungun (USI) itu.

Dua tahun bekerja, atau di tahun 2014, Izar memilih resign. Selanjutnya ia bekerja sebagai hair stylist di salah satu barber shop.

“Sebenarnya, saat masih sekolah di SMK Negeri 1 Pematangsiantar jurusan Perkantoran, saya sudah sempat bekerja sebagai hair stylist. Nah, setelah resign dari pusat perbelanjaan, saya kembali jadi hair stylist, sekaligus mendalami MuA,” jelas pria yang juga sempat menjadi penyiar radio saat masih duduk di kelas 2 SMK.

Sambil tetap menjalani profesi sebagai MuA, Izar bekerja di salah satu perusahaan telepon seluler. Awalnya, ia ditempatkan di Medan, namun kemudian dimutasi ke Pematangsiantar.

Hingga akhirnya sulung dari tiga bersaudara, dari pasangan suami istri Johan Gunarto dan Netty Suherawati ini memutuskan untuk fokus di MuA. Penolakan dan tantangan dari sang ayah, tidak membuat Izar putus asa. Justru ia berusaha menunjukkan pilihannya tepat dan tidak mengecewakan.

“Kalau mama, 100 persen mendukung. Syaratnya, saya fokus dan tidak melakukan hal-hal yang salah, misanya konsumsi narkoba,” tandas Izar yang mengaku darah seni menurun dari ibunya yang pintar menjahit.

Jadilah Izar berusaha memantapkan diri sebagai MuA. Ia banyak sharing dengan para MuA dari luar negeri yang dikenalnya melalui media sosial Friendster. Ada yang dari Uzbeckistan, Australia, dan Scotlandia. Di Pematangsiantar, Izar banyak sharing dengan MuA hits Indra MW.

Awalnya, Izar memulai debutnya dengan merias untuk acara prewedding, wisuda, dan bridesmaid. Namun ia tidak pernah memosting hasil karyanya di media sosial. Ia mengaku belum percaya diri.

Justru salah seorang fotografer yang bekerja sama dengannya yang sering memosting foto, dan men-tag in akun Facebook Izar.

“Fotografer yang selalu memosting. Sehingga kemudian orang-orang mengenal nama Izar, termasuk Bang Indra yang kebetulan sedang mencari tim make up. Jadilah saya bergabung di tim Bang Indra,” kata Izar yang bersama istri tinggal di Jalan Bersama Pematangsiantar.

Diakui Izar, hubungan kasihnya dengan sang pacar yang kini menjadi istrinya, sempat terputus karena ia memilih fokus sebagai MuA. Namun hanya sebentar, keduanya kembali bersama. Izar pun sering membawanya ke lingkungan pekerjaan agar ia paham bagaimana sebenarnya profesi MuA.

“Akhirnya dia mendukung. Bahkan di awal-awal jadi MuA, saya nggak modal. Kalau ada job, saya pakai alat make up dia. Dulunya, saya bawa alat make up pakai kantong plastik, lalu ganti ke pouch, mulai pakai beauty case yang biasa, dan kemudian pakai beauty case yang besar. Ya, semuanya dimulai dari nol, dan sampai sekarang masih terus berproses,” tutur Izar, yang mengaku saat ini sang istri mulai tertarik di bidang tata rias, namun khusus untuk rambut (hair do).

Sudah sekitar enam tahun sebagai MuA, tentunya banyak yang sudah merasakan hasil karya Izar, termasuk pejabat dan para istri pejabat di Kota Pematangsiantar dan Kabupaten Simalungun.

“Kalau yang di luar kota, saya pernah ke Siborong-borong dan Jawa,” tambah lelaki yang di hari wisudanya masih sempat merias tiga teman wanitanya.

Untuk menunjang profesinya, Izar berencana membuka studio make up. Keinginannya yang lain, “Ingin make up di luar negeri, Malaysia atau Singapura.” (awa)

Tags

Berita lainnya

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker
Close