Lifestyle

Yuki Pohan: Kembangkan Bisnis  Florist Orangtua

SIANTAR, Fase Berita.ID – Suatu sore, seorang pria yang diperkirakan berusia 40 tahun singgah di Miyukie Florist, di Jalan Wahidin Pematangdiantar. Ternyata si pria itu membeli setangkai bunga mawar merah. Pemilik Miyukie Florist, yakni Yuki Novita Sari Pohan, dengan ramah dan cekatan melayani pria tersebut.

Bahkan, suami Yuki, Syafrizal Sirait membuat tampilan mawar merah seharga Rp20 ribu itu menjadi lebih manis, dengan membungkusnya menggunakan plastik bening plus merekatkan pita putih.

“Selain membeli buket bunga, banyak juga yang membeli setangkai seperti itu,” kata Yuki yang menerima pesanan aneka ragam rangkaian bunga selain buket, seperti bunga meja, bunga pengantin, rangkaian melati, bunga salib, bunga altar gereja, bahkan papan bunga.

Alumni jurusan Tata Rias Universitas Negeri Medan (Unimed) ini mengatakan, sebenarnya ia meneruskan usaha penjualan bunga milik orangtuanya. Hanya saja tadinya usaha tersebut berada di kaki lima. Setelah dikelola oleh Yuki dan suaminya, usaha makin berkembang. Bahkan Yuki sudah bisa mengontrak kios.

Diceritakan Yuki yang juga pemilik Distro Cilik di Jalan Tanah Jawa Pematangsiantar ini, saat masih bersekolah di SMK Negeri 1 Pematangsiantar jurusan akuntansi, ia tomboy. Namun ia senang melihat teman-temannya yang bersekolah di jurusan tata rias SMK Negeri 3 Pematangsiantar yang cantik-cantik dan pintar berhias.

Sehingga, saat mengikuti seleksi penerimaan mahasiswa baru di perguruan tinggi negeri (PTN) Yuki memutuskan mengambil jurusan tata rias di Unimed. Kebetulan ketika Unimed baru membuka jurusan tata rias.

Meski sempat ditentang orangtuanya, namun Yuki menikmati kuliah di jurusan tata rias.

“Bahkan pernah disuruh pindah jurusan. Padahal kan menjanjikan,” tandas ibu seorang putra, Shabqie Arkhan Pratama Sirait (2,5 tahun).

Setelah lulus kuliah, Yuki sempat mempraktekkan ilmu yang diperolehnya. Ia mencoba menjadi perias. Hingga kemudian, ia diminta orangtuanya meneruskan usaha bisnis bunga.

Bersama suami, Yuki fokus menjalankan bisnis bunga. Tak sekadar menjual bunga, Yuki juga berupaya mengembangkan bisnis tersebut dengan menjual rangkaian bunga.

“Kebetulan, saat kuliah sempat belajar merangkai bunga. Tapi tentunya tetap mengikuti perkembangan supaya tidak ketinggalan,” tandas anak ketiga dari empat bersaudara itu.

Lebih lanjut dikatakan perempuan yang hobi memasak dan menonton ini, seiring waktu, bisnis bunganya berkembang. Hingga Yuki pun bisa mengontrak kios. Bahkan ia bisa bekerja sama dengan bank dan perusahaan swasta untuk supply bunga meja.

Kini, Yukie yang menerima pasokan bunga segar dari Brastagi, Kabupaten Karo ini, memiliki banyak pelanggan, termasuk perias pengantin untuk penyediaan rangkaian melati. Sedangkan buket bunga, diakuinya, ia bisa banyak order di hari-hari spesial, misalnya Valentine, Hati Guru, Hari Ibu, dan musim wisuda.

“Bahkan di hari Valentine, orderan buket bunga bisa naik hingga 100 persen. Apalagi sekarang kita memodifikasi buket bunga dengan barang lainnya, seperti coklat, uang kertas, dan juga kosmetik,” ujar Yuki yang sempat bercita-cita menjadi guru ini.

Sedangkan di hari besar, biasanya yang melonjak penjualan bunga potong. Misalnya Hari Paskah, Natal, Tahun Baru, Cheng Beng dan menjelang Lebaran. Bahkan biasanya sejak tanggal 24 Desember hingga 5 Januari, kios bunga milik Yuki bunga selama 24 jam. Sedangkan di Hari Paskah, juga buka 24 jam selama lima hari. Sementara saat Cheng Beng, juga buka 24 jam selama 2-3 hari.

“Saat Lebaran pun kami buka setelah selesai salat Idul Fitri. Selain banyak yang berziarah, juga banyak yang pesta pernikahan. Kami biasanya baru bisa mudik ke tempat mertua di Tanjungbalai beberapa hari setelah Lebaran, bergantian dengan karyawan yang libur saat Lebaran,” jelas Yuki, dan menambahkan mayoritas pemesan buket bunga adalah kaum pria.

Yuki pun memiliki impian punya toko florist yang juga menyediakan bunga-bunga segar dari luar negeri. Juga menambah ilmu merangkai bunga dengan mengikuti kursus di Jakarta. (awa/fe)

 

Berita lainnya

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker
Close