Lifestyle

Withney Ayu Hutabarat Cewek Tomboy Tekuni Nail Art

FaseBerita.ID – Gaya tomboy dengan wajah tanpa polesan make up. Begitulah gaya Withney Ayu Hutabarat sehari-hari. Namun khusus kuku, sangat istimewa. Terawat dan mendapat sentuhan nail art.

Nail art di kuku Withney merupakan hasil karya dan kreasinya sendiri. Tak hanya untuk diri sendiri, nail artist sudah dijadikannya profesi sejak November 2019 lalu.

Anak kedua dari empat bersaudara itu menerangkan, awalnya ia dan kakaknya senang nail art. Keduanya kerap ke salon kecantikan demi mengganti tampilan kuku. Tentu saja butuh biaya.

Melihat kondisi itu, sang ibu Juanita Tarigan SPd agak kesal. Ia menganggapnya pemborosan. Namun, tak serta-merta langsung melarang kedua gadisnya ke salon untuk nail art.

Juanita menantang Withney untuk membuat nail art sendiri.

“Aku bilang, alatnya mahal dan pewarna kuku yang digunakan dalam bentuk gel, bukan yang biasa. Harganya juga mahal. Belum lagi aksesorisnya,” terang gadis yang lahir 27 Februari 1996.

Namun sang ibu tidak mempermasalahkan itu. Tak lama, ia memberikan sejumlah uang kepada Withney untuk membeli alat dan bahan nail art.

“Ya udah, aku bikin nail art sendiri. Juga untuk kakak, mama, dan kadang untuk adik bungsu yang masih sekolah,” sebut cewek yang nama Withney-nya  pemberian ibu yang merupakan penggemar penyanyi Whitney Houston. Sedangkan Ayu, adalah nama sahabat kakaknya yang kini berprofesi sebagai dokter.

“Waktu aku lahir, kakak sudah berusia lima tahun. Dia punya sahabat di sekolah, nama panggilannya Ayu. Sampai sekarang mereka masih akrab,” tambah alumni SMA Sultan Agung Pematangsantar ini.

Setelah memiliki alat dan bahan sendiri untuk nail art, Withney pun semakin rajin berselancar di YouTube untuk menambah pengetahuannya. Hiasan kuku-nya pun semakin bervariasi. Namun saat itu, nail art yang dilakukan Withney sebatas untuk kalangan keluarga.

Hingga suatu hari, Withney yang bertugas sebagai kasir di kafe milik keluarga, Cafe Siantar Riverside di Jalan Vihara Pematangsiantar, melayani pengunjung yang terdiri atas siswi SMA. Salah seorang siswi tersebut tertarik melihat indahnya kuku-kuku di jemari Withney.

“Kak, kukunya cantik. Bikin di mana?” tanya siswi tersebut.

“Bikin sendiri,” jawab Withney.

“Bisa bikin untuk kami?” tanya siswi itu lagi.

Sebelum Withney menjawab, ibunya yang kebetulan berada di kafe langsung menjawab, “Bisa.”

Dan lantas menyebutkan harga naik art yang relatif terjangkau. Saat itu juga, Withney langsung mengerjakan orderan.

Sejak itu, orderan nail art perlahan-lahan berdatangan. Satu hal, Withney selaku meminta klien-nya untuk datang ke Cafe Siantar Riverside untuk pengerjaan nail art.

“Aku belum mau dipesan keluar. Kalau ada klien, ya datang saja ke kafe ini. Bukan apa-apa, saya kan juga memiliki tanggung jawab untuk membesarkan kafe ini. Lagipula, tempat untuk nail art di sini juga nyaman. Klien bisa pesan makanan dan minuman. Karena kan pengerjaaan nail art cukup lama,” jelas Withney yang bisa mengerjakan nail art sendiri untuk kuku tangan kanannya.

Perlahan, nama Withney sebagai nail artist mulai dikenal di Pematangsiantar. Hal itu, katanya, salah satunya berkat postingan klien di media sosial yang merasa puas dengan hasil karya Withney.

“Aku sangat berterima kasih kalau ada klien yang posting di media sosial. Kalau ada klien baru, ketika ditanya pasti bilangnya tau dari media sosial,” tandas Withney yang masih tercatat sebagai mahasiswi Fakultas Hukum Universitas Tarumanegara Jakarta.

Withney mengaku, kuliahnya terpaksa ditinggalkan untuk sementara. Sebab, pasca ayahnya, David Hutabarat, meninggal dunia di tahun 2013, ibunya meminta anak-anaknya yang sedang kuliah dan bekerja di luar kota untuk kembali ke Pematangsiantar.

Beberapa tahun kemudian, terjadi perubahan yang luar biasa pada kondisi keuangan keluarga. Alhasil, Withney pun menunda keinginannya menyelesaikan kuliah yang tinggal menyusun tugas akhir (skripsi).

“Ya mungkin akan transfer atau pindah ke kampus di sini saja,” sebut Withney yang sempat bercita-cita menjadi pengacara. (awa)



Pascasarjana

Unefa
Back to top button