Lifestyle

Tujuh Kata yang Dilarang Diucapkan Anggota Kerajaan Inggris

FaseBerita.ID – Menjadi anggota kerajaan memang tidak mudah, ada banyak aturan yang tidak boleh dilanggar. Termasuk soal perkataan.

Seperti halnya keluarga Kerajaan Inggris yang dikenal memiliki gaya bicara yang berbeda, dibanding orang lain.

Seorang Antropolog sosial sekaligus penulis buku Watching the English, Kate Fox, pun membocorkan beberapa kata yang dilarang diucap oleh anggota kerajaan Inggris, berikut ulasannya dilansir dari Mirror.uk.

1. Pardon
Pardon merupakan kata yang biasanya digunakan saat seseorang saat tidak mendengar apa yang lawan bicaranya katakan. Saat kata ‘pardon’ keluar, itu artinya orang yang bersangkutan meminta lawan bicaranya mengulang kalimat.

Namun ternyata, kata ‘pardon’ dilarang diucap oleh bangsawan Inggris. Sebagai gantinya, mereka bisa mengucap ‘maaf?’

2. Toilet
Kata ‘toilet’ terdengar jauh lebih sopan daripada WC. Tapi di Inggris, kata ‘Toilet’ dianggap berasal dari Perancis, jadi bukan kata yang tepat untuk digunakan.
Dibanding menyebutkan toilet, keluarga kerajaan biasanya menggunakan istilah ‘Loo’.

3. Parfum
The Royals tidak memakai kata ‘parfum’ untuk wewangian. Mereka lebih suka bilang ‘scent’ atau dalam Bahasa Indonesia berarti aroma.

4. Tea
Menurut Kate Fox, satu cara yang menunjukkan ketidak sopanan adalah menyebut makan malam sebagai ‘tea’.
Jika ingin meyakinkan Ratu bahwa sahabat Fimela berdarah biru, undanglah Ratu untuk ‘dinner’ atau makan malam.

5. Lounge
Istana memiliki banyak kamar, tetapi tidak satu pun dari ruangan tersebut diberi nama lounge atau ruang tamu.

Bukan karena Kerajaan Inggris tidak diizinkan memiliki ruangan bersantai. Sebaliknya, itu karena mereka lebih memilih menggunakan istilah ‘sitting room’ atau ruang duduk.

6. Posh
Aturan pertama menjadi bangsawan? Jangan pernah menyebut seseorang atau diri sendiri sebagai Posh atau mewah. Menurut Kate, kata yang tepat adalah ‘pintar’.

7. Dessert
Bukan dessert, makanan manis penutup biasa disebut ‘pudding’. (int)



Pascasarjana

Unefa
Back to top button