Lifestyle

Tidak Ada Kata Menyerah Selalu Berjuang

SIANTAR, FaseBerita.ID – Lahir dari keluarga sederhana tidak membuat Rajainal Saragih untuk menyerah menggapai impian. Berkat kerja keras dan dukungan orang tua dan keluarga akhirnya menggapai impiannya menjadi seorang dosen di Universitas Efarina Kota Pematangsiantar dan saat ini menjadi Dekan Muda.

Rajainal saat di wawancarai media ini Minggu 22 Desember bercerita kalau dirinya memperoleh gelar sarjana pendidikan pada tahun 2014. Usai tamat, dia pernah mengajar menjadi honor di SD di kampung halamannya selama dua tahun.

“Saya mulai berfikir dengan honor yang sedikit tidak akan mungkin bisa melanjutkan study. Karena dari awal saya sudah memiliki tekat dan tujuan serta cita-cita harus menjadi Dosen. Dengan bantuan orang tua saya mencoba bercocok tanam dan berternak untuk menambah tabungan,” ujarnya.

Anak ketiga dari empat bersaudara tersebut selama dua tahun dijalani menjadi guru honor, bertani dan berternak memaksa dirinya harus bangun subuh untuk mengurus ternak sebelum berangkat ke sekolah buat mengajar.

“Sepulang sekolahnya saya harus ke ladang dan mengumpulkan makanan buat ternak. Kegiatan itu selalu saya kerjakan setiap hari dan puji Tuhan berkat doa dan dukungan orang tua pada tahun 2016 saya bisa melanjutkan pasca sarjana di Universitas Sumatera Utara,” ujar Rajainal yang tinggal di Jalan Linggar Jati Kota Pematangsiantar.

Rajainal bercerita saat menjadi guru honor dan sering mengumpulkan umbi-umbian serta dedaunan banyak sindiran dari masyarakat sekitar. Yang sering di dengar kata-kata buat apa sekolah tinggi-tinggi kalau hanya ke ladang dan berternak.

“Inilah yang menambah motivasi saya untuk secepatnya bisa meraih cinta-cita saya menjadi seorang Dosen,” ujarnya sembari mengatakan kalau tradisi di kampung selalu seperti itu buat meningkatkan motivasi para remaja.

Jangan jadikan keterbatasan ekonomi menjadi penghalang untuk menggapai cita-cita. Selagi kita memiliki semangat, pantang menyerah mau bekerja keras dan mau berusaha semua pasti ada jalan keluarnya. Yang terpenting adalah tetap bersyukur dan selalu berpengharapan.

Serahkan semuanya kepada Tuhan setiap kekhawatiranmu dan minta doa restu dari orang tua sebelum melaksanakan rencana kegiatan yang kita buat.

“Karena apapun yang saya lakukan selalu meminta doa restu dari orang tua dan juga meminta masukan dari orang tua sebelum mengambil keputusan. Sehingga apa yang saya peroleh saat ini semua berkat dia dan orangtua serta keluarga saya dan selalu berserah kepada Tuhan,” ujarnya.

“Sehingga sesibuk apapun saya akan meluangkan waktu berkomunikasi dengan orang tua dan keluarga karena berkat dukungan merekalah saya menjadi seperti sekarang ini,” ujarnya. (leo)

Tags

Berita lainnya

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker
Close