Lifestyle

Theresia Monika Siahaan Pantang Menyerah, Tetap Mengandalkan Tuhan

FaseBerita.ID – Apapun masalah yang dihadapi, tetap mengandalkan Tuhan. Berserah dan percaya kepada-Nya akan membantu mengatasi masalah hingga akhirnya berbuah manis.

Setidaknya itulah prinsip yang dipegang teguh oleh Theresia Monika Siahaan, salah seorang dosen di salahsatu universitas di Kota Pematangsiantar.

Theresia, Minggu (8/12) menceritakan, sebelum menjadi seperti sekarang, ia sudah banyak melalui berbagai rintangan dalam menjalani hidup. Namun, ia tetap sabar menghadapinya.

“Dulu, saya bercita-cita menjadi seorang angkatan. Tapi kalah. Meski begitu, saya tidak mau prustasi. Oleh keluarga memberi masukan. Jadi guru saja seperti bapak. Setelah saya pikir-pikir, sepertinya bisa. Kekalahan itu saya bikin menjadi motivasi untuk sukses,” kata wanita yang tinggal di Jalan Binjai No 14B, Kelurahan Kristen,

Kecamatan Siantar Selatan itu.

Theresia bercerita, setelah lulus sarjana, dia sempat menjadi honor di sekolah dan juga honor di universitas. Selama menjadi honorer, banyak cemohan orang. Namun ia tidak begitu menghiraukan itu. Bahkan, hal itu ia jadikan sebagai motivasi.

“Saat saya masih honor, saya kuliah mengambil S2. Orang-orang sekitar banyak juga yang mengejek dan menjengkal saya. Katanya saya terlalu naif (berharap, red). Saya justru semakin termotivasi. Terbukti saya bisa lebih cepat selesai kuliah ketimbang mereka,” ujar ibu satu anak itu.

Setelah tamat S2, keluarga kemudian menyuruhnya agar meninggalkan pekerjaan karena masih honorer.

“Suamiku juga bilang begitu saat itu. Tapi saya harus kuat. Saya ingin memantafkan hati agar menjadi dosen tetap. Puji Tuhan, saya akhirnya diangkat menjadi dosen tetap sampai sekarang. Saya berhasil membuktikan usaha itu. Bagi saya, ketekunan tidak pernah membohongi hasil,” ujarnya sembari mengatakan kalau bertekat pasti bisa.

Untuk itu, ia berpesan khususnya kepada kau muda agar jangan mudah menyerah. “Buatlah omongan orang menjadi sebuah motivasi. Dan, paling penting tetap berserah kepada Tuhan. Jangan terfokus kepada perkembangan zaman,” pungkasnya.

“Intinya tetap berusaha. Jangan mudah prustasi dan tetap berserah kepada Tuhan. Karena saya yakin dan percaya Tuhan tidak akan membiarkan hambanya yang mau berusaha terpuruk dengan keadaan dan akan memberikan jalan yang terang. Memang benar perkembangan zaman itu sangat berpengaruh tetap tinggal kita bagai mana menghadapi zaman itu,” terangnya.

Namun, sesibuk apapun di karir, Theresia tidak pernah lupa beribadah dan selalu memberikan waktu kepada keluarga karena keluarga adalah prioritas utama.

“Saya selalu membagi waktu antara pekerja dengan keluarga. Apalagi kepada anak, saya akan berusaha selalu bersama dia karena saya tidak mau kalau anak saya merasa karena saya sibuk anak saya kurang kasih sayang. Kalau ada waktu libur selalu ngumpul bersama keluarga,” tutupnya. (Mag-04)



Pascasarjana

Unefa
Back to top button