Lifestyle

Tetap Dilakoni Selama Memberi Manfaat

Hati begitu riang dan bahagia ketika pagi ini membaca pengumuman di sebuah koran lokal. Tertera jelas namaku di sana. Begitu banyak rasa syukur kuucapkan. Akhirnya SK CPNS kuterima juga. Aku ditugaskan di SMPN 15 Batam. Tak kupikirkan di mana aku bertugas yang penting lulus dulu.

Setelah semua administrasi terselesaikan. Aku baru bertanya di manakah letak sekolah tempatku bertugas. Ternyata aku mendapatkan sekolah di hinterland. Ini berarti aku harus menyeberang lautan setiap hari.

Hari pertama bertugas. Kurasakan begitu berat perjalanan yang harus kulalui setiap hari. Berangkat dari rumah menuju ke pelantar memakan waktu sekitar 1 jam.

Setelah sampai di pelantar aku harus naik pompong menyeberang laut sekitar 45 menit. Akhirnya sampailah ke tempat tujuan. Di sebuah pulau kecil mungkin hanya dihuni sekitar 60 kepala keluarga saja. Sesampai di pulau, bangunan sekalipun belum nampak. Aku harus berjalan kaki lagi sekitar 30 menit mendaki bukit di sekitar pantai untuk sampai ke sekolah. Ini perjalanan yang melelahkan.

Namanya Pulau Air Raja. Sebenarnya pemerintah sangat memerhatikan pendidikan di pulau ini. Terlihat dari bangunan sekolah yang sudah sangat layak. Perumahan guru pun disediakan. Di sinilah tumbuh rasa dilema.

Apakah aku harus tinggal di perumahan guru tapi terpisah dari keluarga atau aku harus berkorban tenaga dan waktu pulang pergi setiap hari dengan jarak tempuh yang begitu jauh? Setelah berpikir lama akhirnya aku memutuskan untuk mengorbankan tenaga dan waktu. Karena aku seorang istri dan ibu tentu sangat dibutuhkan juga di rumah.

Waktu terus berlalu begitu banyak pengalaman yang aku dapatkan. Anak-anak di pulau kesadaran belajarnya masih sangat kurang. Sarana dan prasarana sangat terbatas. Tidak ada tempat les untuk menambah pengetahuan bahkan listrik saja belum masuk sehingga mereka selalu punya alasan untuk tidak mengerjakan tugas dari guru.

iklan usi

1 2Laman berikutnya


Back to top button