Lifestyle

Susanti Mantan Bankir, Kini Enjoy Urus Kafe

Setelah berhenti dari pekerjaannya di salah satu bank swasta, kini Susanti menikmati hari-harinya mengurus bisnis. Hampir setahun ini, Susanti sibuk menjalankan usaha Yola and Yummy Cafe & Resto yang berada di Jalan Danau Maninjau No 2, di belakang kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Simalungun, di seberang komplek Megaland, Kelurahan Siopat Suhu, Kecamatan Siantar Timur.

Susanti, wanita berkulit putih ini menerangkan, sebelumnya tidak pernah terlintas di pikirannya menjadi bussiness woman. Sebab sejak lulus dari SMA Sultan Agung Pematangsiantar, ia telah menjadi bankir.

Pekerjaan tersebut terus dilakoninya sembari ia melanjutkan pendidikan di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Sultan Agung jurusan ekonomi manajemen. Bahkan hingga menikah dan punya anak, Susanti betah bekerja.

“Ada sekitar 10 tahun saya bekerja di bank. Sampai lahir anak saya, saya tetap bekerja. Hingga kemudian karena sesuatu hal, saya berhenti bekerja,” terang bungsu dari dua bersaudara itu.

Setelah berhenti bekerja, otomatis Susanti fokus kepada keluarga. Hingga kemudian, ia dan suami memutuskan untuk membuka bisnis kuliner. Meski tidak memiliki pengalaman di bisnis tersebut, namun Susanti dan suaminya, Johan Saut Martua Malau, memulainya.

“Setelah sekitar enam bulan berhenti dari bank, saya buka kafe ini. Selama rentang waktu itu, sebenarnya saya juga melamar pekerjaan di beberapa bank, namun belum ada panggilan. Mungkin memang jalannya saya membuka usaha ini,” sebut perempuan berkacamata ini.

Diakui Susanti, awalnya ada menawarkan lokasi untuk usaha kafe kepadanya. Setelah melihat langsung lokasinya, Susanti tertarik.

“Sebelumnya, sudah ada dua usaha kafe di lokasi ini. Jadi saya yang ketiga. Tapi tidak ada hubungan antara kedua kafe sebelumnya dengan yang saya jalankan ini,” ujar Susanti yang kemudian usaha kulinernya diberi nama Yola and Yummy Cafe & Resto.

Yola, katanya, adalah panggilan putrinya yang bernama lengkap Carissa Yola Agatha Malau (2 tahun 7 bulan). Kafe tersebut resmi dibuka Februari 2019.

Masih menurut Susanti, ia dan suaminya bekerja keras dalam mengonsep kafe tersebut, termasuk untuk desain. Keduanya memutuskan kafe berkonsep vintage dengan taman (garden).

Sedangkan untuk menu, lanjutnya, Susanti berusaha menawarkan yang berbeda dengan yang sudah ada.

“Menu andalan kita, yakni steamboath, shabu-shabu, dan BBQ. Tentunya ada juga menu lain, seperti nasi goreng, mie, dan aneka snack,” sebut wanita yang lahir di Aek Kanopan, Kabupaten Labuhanbatu, 3 Februari 1993 tersebut.

Masih kata mantan finalis Pemilihan Putri Pariwisata Kota Pematangsiantar tahun 2005 ini, dalam mengelola kafe, ia tidak hanya duduk di balik meja. Justru, katanya, ia harus bisa mengerjakan semuanya. Baik di dapur, waitress, dan lainnya. Bahkan, Susanti mengaku kerap langsung ke pasar untuk berbelanja bahan kebutuhan masakan.

“Kadang saya berdua dengan suami ke pasar pagi-pagi. Termasuk jika hari hujan. Kami harus menjaga kualitas bahan makanan yang akan kami sajikan. Apalagi, bahan makanan yang kami sajikan masih mentah, jadi harus benar-benar fresh dan berkualitas,” jelas Susanti yang memastikan semua makanan dan minuman yang disajikan di kafe miliknya 100 persen halal.

Susanti mengatakan, tak jarang ia menunda menyajikan pesanan pengunjung yang sebenarnya sudah selesai, hanya karena porsinya dianggap kurang banyak.

“Kalau saya lihat tidak sesuai, saya larang dibawa ke pengunjung. Masak lagi, dan ditambah porsinya. Jangan sampai tidak sesuai dengan harga yang kami berlakukan. Sebab bisa membuat pengunjung kecewa dan tidak mau datang lagi,” tandas Susanti yang sering memosting usaha kulinernya di akun Instagram: yolayummy dan akun Facebook: Yola&Yummy

Tak dipungkiri Susanti, ia paham seluk-beluk pasar tradisional di Pematangsiantar, baik Pasar Horas maupun Pasar Dwikora, setelah ia menjadi pengusaha kafe. Sebelumnya, kata dia, jika sudah masuk ke pasar, ia bingung mencari barang yang diinginkan, termasuk bingung menemukan pintu keluar.

Ke depan, banyak yang ingin dilakukan Susanti untuk mengembangkan bisnis kulinernya. Seperti mengikuti cooking class. Juga membuka butik di kafe miliknya.

“Selama ini sebenarnya sudah ada butik milik mertua saya di dalam kafe. Tapi lebih menyediakan pakaian kebaya. Kalau saya rencananya pakaian-pakaian yang lebih casual,” tukasnya. (awa)



Unefa

Pascasarjana
Tags
Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker