Lifestyle

Suparman Pantang Menyerah, Selalu Mengutamakan Keluarga

SIANTAR, FaseBerita.ID – Jangan pernah lelah apalagi bermalas-malasan. Setidaknya itulah motto Suparman alias Jamal agar bisa menghidupi keluarganya.

Bagi pria kelahiran 1968 ini, bekerja menghidupi keluarga adalah ibadah. Semakin banyak bekerja, semakin banyak pula ibadah dan rezeki yang datang.

Sebagai kepala keluarga, dia pantang menyerah. Apalagi ia kini sudah punya cucu. Harus lebih giat mencari nafkah. Anak Siantar yang buka usaha bengkel las dan pemasangan kanopi punya prinsip ‘wajib bekerja keras’.

“Kalau tidak bekerja, sama saja kita banyak dosa. Itu artinya kita menelantarkan keluarga,” kata Jamal.

Demikian juga soal pendapatan, pria yang tinggal di Jalan Tanjung Pinggir, Kota Siantar ini selalu terbuka terhadap keluarga. Hal itu dilakukannya agar rezeki yang datang semakin berlimpah.

“Tak perlu bermimpi bangun rumah dan punya mobil mewah. Bisa menghidupi keluarga itu sudah lebih dari cukup. Yang penting jangan lupa bersyukur,” ujarnya.

Jamal sendiri selama ini, selain punya bengkel las, diajuga punya usaha membuat kanopi. Usaha ini sudah enam tahun dilakoninya.

”Saya sudah enam tahun punya usaha sampingan membuat kanopi dan pekerjaan ini rasanya pas untuk saya. Kalau soal rezeki serahkan kepada Tuhan. Tapi, selama ini hasil yang saya dapat lumayan dan harus saya syukuri,” kata Jamal yang sebelumnya sudah punya pekerjaan tetap sebagai satpam.

Bicara untuk mengembangkan usaha sendiri, Jamal mengatakan harus punya relasi dan pintar-pintar bergaul. Kemudian, jangan pernah mengecewakan pelanggan karena pelanggan itu menurutnya adalah ‘raja’ yang harus diservis.

“Sekali pelanggan kecewa, kita pasti akan kecewa juga karena pelanggan itu pasti bilang kepada yang lain bahwa kita sudah mengecewakannya,” beber lelaki yang berbadan tegap dan berkepala plontos ini.

“Bagi saya, kepuasan para pelanggan dari usaha saya adalah paling utama,” tambahnya.

Di akhir perbincangan, Jamal berpesan agar selalu tetap optimis memandang masa depan. Kemudian untuk meniti masa sukses itu harus hati-hati.

“Karena masa sekarang masa yang sangat rawan apalagi terpengaruh dengan lingkungan yang membuat masa tua menjadi suram,” pungkasnya. (Mag-3)



Pascasarjana

Unefa
Back to top button