Lifestyle

Sri Hartati: Pe De Kembangkan Keripik Tempe, Rasanya Enak

SIANTAR, FaseBerita.ID – Banyak jenis usaha yang bisa dikembangkan ibu rumah tangga (home industry). Seperti Sri Hartati. Wanita ini mengembangkan cemilan keripik tempe sejak tahun 2018 lalu.

Awalnya, Sri yang memeroleh resep dari salah satu grup di Facebook (FB) mencoba-coba membuat keripik tempe untuk dikonsumsi sendiri. Jika sedang berkumpul dengan teman atau saudara, ia sering membawa keripik tempe untuk dinikmati bersama.

Ternyata, banyak yang memuji keripik tempe buatannya enak dan renyah. Tak sedikit yang mendorongnya untuk membuat banyak dan menjual keripik tempe.

“Ya udah, saya bikin dan dikemas di kantung plastik kecil. Dijual di warung-warung. Lama-lama banyak yang pesan dalam jumlah besar,” sebut ibu seorang putri, Bilqis Alesha Putri (6) ini.

Banyak yang memuji, membuat alumni Diploma 1 Akademi Manajemen Informatika Komputer (AMIK) Widyaloka Pematangsiantar ini semakin percaya diri mempromosikan dagangannya di akun media sosial (medsos).

“Banyak yang pesan. Untuk pengantaran, saya pakai jasa kurir. Ada juga sales dan reseller. Tak sedikit juga yang langsung datang ke rumah membeli,” jelas Sri yang menjalankan usaha di rumahnya, di Jalan Langkat II Gang Ceria No 9 Belakang Kelurahan Martoba, Kecamatan Siantar Utara,  Pematangsiantar.

Diakui Sri, setiap hari selalu ada pembeli dan pemesan keripik tempe buatannya. Jumlah pemesan dan pembeli biasanya meningkat tajam menjelang Tahun Baru dan Hari Raya Idul Fitri.

“Kalau menjelang Tahun Baru dan Lebaran, rumah saya berubah jadi pabrik keripik tempe,” tambah sulung dari dua bersaudara ini.

Masih kata perempuan berhijab dan berkacamata ini, ia membeli kacang kedelai yang sudah diberi ragi dari salah satu pabrik tempe di Jalan Catur. Di rumah, kacang kedelai itu dibungkus kecil-kecil, lalu dijemur dengan cara digantung.

Sekitar 2-3 hari, tempe diiris-iris tipis, dicelup ke adonan tepung berbumbu, dan digoreng.

“Saya yang iris sendiri, manual pakai cutter. Lalu mama saya, Rubiah, yang menggoreng. Karena begitu diiris, harus langsung digoreng. Kalau menjelang Tahun Baru dan Lebaran, yang menggoreng lebih banyak,” jelas alumni SMA Sultan Agung Pematangsiantar ini.Sri menyebutkan, keripik tempe buatannya sudah pernah dipamerkan di acara TP PKK beberapa waktu lalu, yang dihadiri Walikota Pematangsiantar H Hefriansyah SE MM.

“Rencananya 12 Maret, ikut lagi di acara PKK di Jalan Porsea Pematangsiantar,” tutur Sri yang mengaku belum bisa memproduksi massal karena masih terkendala mesin pengiris dan spinner yang bisa membuat keripik tempe lebih tahan lama,” jelas Sri yang sebelumnya sempat menjual barang-barang, termasuk fashion secara kredit.

Sri mengaku memang hobi memasak. Ia piawai membuat cake, kue tart, kue kering, dan lainnya. Bahkan, bersama sang ibu, ia sempat membuka usaha kue kering beberapa tahun lalu.

“Pernah kecelakaan saat mengantar pesanan kue kering. Sejak itu, almarhum bapak melarang jualan,” sebut perempuan yang hobi membaca cerpen dan novel ini.

Sri menganggap usaha keripik tempe menjanjikan. Ia pun berusaha menekuni bisnis tersebut dan berharap bisa terus berkembang.

Selain menyediakan keripik tempe, ada berbagai kue gorengan yang bisa dipesan, seperti murku India, murku wijen, cerurut, keripik Paria, kembang loyang, rempeyek, kue bawang, kacang tojin, dan keripik pisang.

“Tapi yang utama tetap keripik tempe,” tukas Sri yang di sela-sela waktu luangnya membuat angpao dari kain flanel.

Lantas, kapan waktu untuk putri semata wayangnya?

“Hari Minggu, merupakan waktu untuk anak saya, Bilqis. Biasanya, saya bawa dia jalan-jalan ke tempat yang dia suka,” pungkasnya. (awa/fi)



Unefa

Pascasarjana

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker
Close