Lifestyle

Roy Sondi Silalahi Pekerjaan Saya Minum Kopi

FaseBerita.ID – Anak muda yang satu ini, Roy Sondi Silalahi, memilih kembali ke kota kelahirannya, Pematangsiantar dan memulai bisnis kedai kopi. Padahal, ia sudah ditawari sebagai pegawai di salah satu perusahaan besar di Jakarta.

Roy, alumni Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA) jurusan Kimia Universitas Sriwijaya (Unsri) Palembang ini mengatakan, setelah wisuda, ia berangkat ke Jakarta. Kepada orangtua, ia mengaku hendak mencari kerja.

Namun ternyata, di ibukota negara Indonesia itu, anak kedua dari empat bersaudara ini malah berkeliling dari kedai kopi yang satu ke kedai kopi lainnya.

“Sejak masih kuliah, saya dan beberapa teman sudah memulai usaha kedai kopi di kampus. Setelah lulus, saya berniat usaha kedai kopi saja. Saya keliling kedai kopi untuk mencoba bagaimana rasa kopi di masing-masing kedai kopi,” terang buah hati pasangan suami istri (pasutri) Haposan Silalahi dan Hulda Sihombing ini.

Sebenarnya, kata Roy, di Jakarta ia tinggal menandatangani kontrak kontrak kerja di salah satu perusahaan besar. Namun ia tidak ingin bekerja di luar kota. Alasannya, ia memilih tetap berada di Pematangsiantar untuk menjaga orangtua yang usianya mulai menua.

“Saat ini usia orangtua saya 55 tahun. Kalau saya kerja di luar kota, tinggal berapa kali lagi lah saya bisa bertemu orangtua?” tukas pria yang sejak TK hingga SMA bersekolah di Kalam Kudus Pematangsiantar.

Akhirnya, mulai April 2019 lalu, Roy membuka kedai kopi di Jalan Jenderal Sudirman Pematangsiantar. Kedai kopi tersebut diberi nama Analisis Kopi, yang menyediakan beragam hasil racikan kopi Arabica.

Roy mengaku memang penikmat kopi. Saat kali pertama menikmati racikan kopi Arabica, ia mengatakan rasanya aneh. Namun lama-kelamaan ia menikmatinya.

“Saya minum, merasakannya, lalu mencoba meracik sendiri di ruma. Ternyata rasanya bisa nyaris sama dengan yang pernah saya nikmati,” ujar Roy yang mengaku otodidak dalam meracik kopi.

Meski sempat tidak disetujui orangtua, namun akhirnya kedai kopi milik Roy mulai beroperasi dan dia menikmati bisnisnya tersebut. Ia merasa bebas berkreasi.

Jika ada yang menanyakan pekerjaannya, dengan yakin Roy menjawab, “Pekerjaan saya minum kopi. Cari uang itu hobi.”

Untuk membuktikan kepada orangtua bahwa ia mampu memeroleh pekerjaan, Roy sempat melamar di salah satu perusahaan di Pematangsiantar. Ia sudah dipanggil dan tinggal mengikuti interview.

Saat berdiskusi dengan orangtua, justru mereka yang menyarankan agar Roy tetap fokus dengan bisnisnya. Mereka sudah yakin, Roy membuka usaha kedai kopi bukan karena tidak mampu memeroleh pekerjaan.

Masih menurut Roy, di keluarga besarnya selama ini memang lebih banyak yang berprofesi sebagai pegawai. Bahkan kedua orangtuanya bekerja sebagai pegawai. Ayahnya merupakan guru di SMA Kalam Kudus, dan ibunya perawat yang bertugas di Puskesmas Karo, Kecamatan Siantar Selatan.

Roy sendiri ingin menjadi influencer bagi para anak muda yang sudah lulus kuliah (berijazah) namun belum memiliki pekerjaan.

“Sebagai pebisnis kita bebas berkreativitas, tidak terikat waktu. Tapi tentunya tetap bertanggung jawab. Jika kita memiliki goals, harus ada konsep. Jika tidak, sama saja dengan bermimpi,” jelas pria yang ingin membuka bisnis di bidan lain juga.

Dengan mengusung konsep nyaman, Analisis Kopi sudah mulai dikenal berbagai kalangan masyarakat. Pelanggan Roy, banyak yang merupakan pegawai, termasuk dari bank.

“Saya memang ingin menjangkau seluruh lapisan masyarakat. Jangan hanya mereka yang dari menengah ke atas bisa minum kopi Arabica. Ada kata-kata dari motivator, kalau ingin besar, jangan menaikkan harga, tapi perbanyak gerai,” jelas Roy yang banyak mendapat kata-kata motivasi dari YouTube.

Ke depan, Roy berencana segera membuka kedai kopi baru di lokasi berbeda. Selain itu, ia ingin gelas saji di kedai kopi miliknya menggunakan tabung reaksi kimia.

“Ya, meskipun secara bertahap. Meja kayu ini juga tadinya dari plastik. Perlahan bisa saya ganti,” tandas salah seorang penggagas Himpunan Orang Siantar Sriwijaya di Unsri Palembang. (awa)

Tags

Berita lainnya

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker
Close