Lifestyle

Risna Lien Demi Kegiatan Sosial Rela Kena Hujan

Kiprah Risna Lien di kegiatan sosial di Kota Pematangsiantar memang baru sekitar setahun, yakni sejak Salam METTA terbentuk, November tahun lalu. Namun di perkumpulan itulah Risna merasa ide-idenya bisa diterima dan diwujudkan menjadi karya nyata.

Menurut perempuan berkacamata ini, awalnya ia bergabung di Salam METTA setelah diajak temannya. Merasa tertarik, Risna pun mengikuti pertemuan-pertemuan yang digelar. Bahkan Risna dipercaya menjabat sebagai sekretaris.

Salam METTA, kata alumni SMA Methodist Pematangsiantar ini, memang dibentuk untuk kegiatan sosial. Sesuai arti kata METTA yakni cinta kasih, yang merupakan salah satu sifat Sang Buddha.

Kegiatan yang dilakukan, lanjut Risna, setiap bulannya memberikan santunan berupa sembako dan uang tunai kepada warga yang tidak mampu. Selain itu, jika ada warga yang sakit berat dan kesulitan dana untuk biaya pengobatan, biasanya Salam METTA menggalang dana. Namun sebelumnya dilakukan survei terlebih dahulu.

“Kegiatan sosial kita tidak memandang perbedaan suku, agama, dan lainnya,” tegas ibu dua anak ini, yaitu Liana Kurniawan (12) dan Aska Kurniawan (7).

Mantan pegawai salah satu bank swasta di Pematangsiantar ini melanjutkan, banyak pengalaman yang dirasakannya selama setahun bergabung dan menjadi pengurus inti Salam METTA. Tak jarang, ketika melakukan kunjungan ke orang yang tidak mampu atau sedang sakit keras, Risna dan rekannya naik sepedamotor. Sebab, rumah yang dituju terkadang jauh dari jalan besar, sehingga mobil tidak bisa masuk.

Tak ayal, mereka sering diguyur hujan deras. Belum lagi ketika di tengah jalan ban sepedamotor pecah.

“Penuh cerita. Tapi saya senang. Di Salam METTA juga, saya dapat menyalurkan amal kebaikan dari para donatur, serta bisa terjun langsung ke lapangan untuk melihat kondisi keluarga yang membutuhkan,” tutur wanita yang bersama rekannya sedang mempersiapkan acara Hari Ulang Tahun (HUT) ke-1 Salam METTA, yang rencananya dilaksanakan di salah satu pantai asuhan di Pematangsiantar, Jumat (1/11) malam.

Kegiatan sosial Salam METTA, sambung Risna, tidak hanya di Pematangsiantar. Namun juga sudah merambah ke Kabupaten Simalungun. Misalnya di Serbelawan, Kecamatan Dolok Batunanggar. Kebetulan di sana, ada yang merupakan tim inti dan anggota Salam METTA.

Untuk penyaluran bantuan yang diadakan setiap minggu, kata Risna, biasanya dilaksanakan hari Jumat atau Minggu.

“Kalau Jumat sekitar jam lima sore. Tapi kalau Minggu, biasanya sekira jam dua siang,” sebut anak keempat dari lima bersaudara ini.

Untuk dana, Risna mengatakan, yang ingin bergabung menjadi anggota Salam METTA yang saat ini terdiri atas 15 orang pengurus inti, dan 170-an anggota dikenakan iuran wajib minimal Rp50 ribu setiap bulan. Hanya saja, katanya, banyak yang memberikan dalam jumlah jauh di atas itu.

“Ada yang Rp500 ribu, ada juga yang di atas Rp500 ribu. Dan itu di luar jika kita bikin penggalangan dana,” jelas Risna, dan menambahkan saat ini anggota Salam METTA bukan hanya di Pematangsiantar, namun banyak juga dari luar daerah, seperti Medan, Bukit Tinggi, Jakarta, dan Tangerang.

“Mereka tau Salam METTA dari postingan di media sosial. Lalu mereka telepon dan bilang ingin bergabung,” tambah Risna, seraya mengatakan jika ingin bergabung di Salam METTA bisa menghubungi dirinya di nomor handphone 081375301988.

Selain aktif di kegiatan sosial, Risna memiliki keahlian membuat pudding art. Bahkan, ia bersama kakaknya sempat private les membuat pudding art dengan guru dari Jakarta. Kebetulan guru itu mengunjungi keluarganya di Medan.

Setelah private les, sambung Risna, sang kakak lebih aktif membuat pudding art dan menerima pesanan. Kini, setelah kakaknya pindah dan menetap di Jakarta, banyak yang meminta Risna untuk fokus dengan usaha pudding art.

“Saya sudah harus fokus untuk usaha tersebut. Sayang juga kan keahlian saya jadi sia-sia,” tukasnya.

Selain pudding art, Risna juga pintar membuat pudding character. Rencananya, saat acara HUT Salam METTA, Risna akan membuat puding nasi tumpeng.

“Nasi tumpeng, lengkap dengan sayur dan lauk-pauknya, tapi dari puding,” sebut Risna yang hasil karya pudingnya bisa dilihat di akun Instagram Risnaliang.

Sebenarnya Risna juga memiliki keahlian lain, yaitu eyelash extension. Keahlian Risna itu dilengkapi dengan sertifikat Eyelash Extension Course, Juli 2018 lalu.

“Sudah banyak juga klien saya. Tapi saat ini saya vakum dulu. Capek dan harus teliti. Untuk satu orang klien membutuhkan waktu sampai dua jam,” tandas Risna. (awa)



Unefa

Pascasarjana
Tags
Back to top button