Lifestyle

Penelitian Ungkap Dampak Konsumsi Jamur dan Gula Darah

Penyakit diabetes bisa dikendalikan jika gula darah stabil. Mengikuti diet sehat membantu mengelola gula darah. Penderita diabetes mungkin merasa sulit untuk memutuskan makanan mana yang harus dimakan dan dihindari. Misalnya jamur, bolehkah pasien diabetes makan jamur?

Dilansir dari Healthline, Minggu (12/1), jamur rendah karbohidrat dan gula. Maka jamur dianggap memiliki sifat anti-diabetes. Ada banyak jenis jamur, termasuk kancing tradisional atau jamur putih, shitake, portobello, dan jamur tiram. Meskipun bentuk dan rasanya berbeda-beda, jamur memiliki profil nutrisi yang serupa, yang ditandai dengan kadar gula dan lemak yang rendah.

Jamur kaya akan selenium dan vitamin B tertentu. Vitamin B adalah kelompok delapan vitamin yang larut dalam air, yang sangat terkait dengan peningkatan fungsi otak. Sementara itu, selenium adalah antioksidan kuat yang memainkan peran penting dalam fungsi tiroid.

Selain vitamin B, jamur juga mengandung Polisakarida. Dalam penelitian jamur terhadap hewan dengan diabetes tipe 2 menunjukkan bahwa polisakarida dapat menurunkan kadar gula darah, meningkatkan resistensi insulin, dan mengurangi kerusakan jaringan pankreas.

Serat beta larut gulcan, salah satu jenis polisakarida yang ditemukan dalam jamur memperlambat pencernaan dan menunda penyerapan gula. Sehingga mengontrol kadar gula darah setelah makan.

Polisakarida juga dapat menurunkan kadar kolesterol darah, sehingga mengurangi risiko penyakit jantung dan stroke. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk lebih memahami bagaimana vitamin B dan polisakarida dalam jamur dapat bermanfaat bagi penderita diabetes.

Jamur dianggap sayuran putih seperti bawang putih dengan Indeks glikemik (GI) rendah 10-15, dan GL kurang dari 1 per cangkir (70 gram), artinya jamur tidak akan meningkatkan kadar gula darah. Jamur justru dapat menguntungkan jenis diabetes tertentu.

Seperti diketahui, Indeks glikemik (GI) dan muatan glikemik adalah indikator untuk mengevaluasi bagaimana makanan yang mengandung karbohidrat mempengaruhi gula darah. Keduanya adalah strategi yang banyak digunakan dalam pengobatan penyakit kronis seperti diabetes.

Metode GI memberi peringkat makanan pada skala 0-100 dan memberitahu makanan atau minuman dapat mempengaruhi kadar gula darah. GI rendah: 1–55, medium GI : 56–69, GI tinggi: 70-100.

Makanan dengan GI yang rendah kemungkinan akan meningkatkan kadar gula darah lebih lambat. Sebaliknya, yang memiliki GI tinggi akan menyebabkan mereka lonjakan. (jp)

Tags

Berita lainnya

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker
Close