Lifestyle

Ocah Purba Dianggap ‘Gila’ Mau Siaran Malam

Sejak masih duduk di bangku sekolah dasar (SD) Ocah Purba sudah mendengarkan siaran radio. Kala itu, awal tahun 2000-an, pemilik nama lengkap Oclarosa Febriana Purba ini, mengikuti kakak-kakaknya yang menjadi pendengar setia siaran radio.

Saat itu, bungsu dari enam bersaudara itu, sering diminta kakak-kakaknya untuk mendengarkan radio, menunggu nama sang kakak disebut oleh penyiar.

“Zaman itu ada kupon yang disediakan stasiun radio, lalu ditulis nama pengirim dan nama yang ingin disapa. Kakak-kakak selalu bilang, ‘dek, dengarkan ya, nanti ada nama kakak disebut penyiarnya’,” kenang Ocah yang jarak usianya dengan empat kakaknya cukup jauh.

Saat itu, Ocah mengaku sudah penasaran dengan dunia radio. Dia ingin tahu siapa orang-orang yang bekerja di radio dan bagaimana sistem kerjanya.

Hingga kemudian, saat masih kuliah di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Sultan Agung Pematangsiantar jurusan Manajemen, ia berkenalan dengan salah seorang penyiar radio Boss FM, yakni Ogesh. Ocah banyak bertanya tentang dunia radio dari Ogesh.

Hingga kemudian di tahun 2014, Ogesh mengajak Ocah bergabung menjadi penyiar di Boss FM. Kesempatan itu tidak disia-siakannya.

Di bawah bimbingan manajer Bisa FM, Ade, Ocah mulai belajar menjadi penyiar. Ocah yang sempat menyangka seorang penyiar hanya cuap-cuap di depan mikrofon, saat itu terkejut. Ternyata, ia merangkap beberapa pekerjaan saat menyikat, termasuk sebagai music director.

Di awal-awal menjadi penyiar, Ocah ditandem dengan penyiar senior, Anca Damanik. Sebelum siaran, ia di-briefing. Bahkan menyiapkan teks tertulis.

“Iya, dari rumah kadang sudah diketik apa yang mau disampaikan. Kalau sekarang, sudah mengalir dan spontan,” tukas alumni SMA Mars Pematangsiantar ini.

Ocah sempat berhenti sebagai penyiar Karen sibuk menyusun skripsi. Ada sekitar dua tahun dia vakum, yakni tahun 2016-2018.

Setelah wisuda, Ocah kembali aktif sebagai penyiar. Jadwal siarannya, enam hari seminggu, kecuali hari Kamis.

Putri dari pasangan suami istri Almarhum Hotman Purba dan Rospita Panjaita ini mengaku ia memilih untuk menyiar di malam hari, yakni pukul 20.00-23.00 WIB. Meskipun sempat ditawari untuk menyiar di siang atau sore hari, Ocah menolak.

“Banyak yang bilang saya gila karena siaran malam hari. Sendirian di ruangan studio. Tapi saya biasa saja, malah enjoy,” tukas cewek yang hobi berenang ini.

Masih kata Ocah, di awal-awal ia menjadi penyiar, ada saja pendengar radio yang usil. Kata Ocah, ia pernah dihina dan dimaki melalui layanan pesan singkat SMS. Saat itu, sambung Ocah, ia ingin menangis. Namun ada teman yang menghibur dan memintanya tidak memikirkan hal tersebut.

Meski begitu, Ocah tidak kapok. Ia tetap semangat menjadi penyiar radio. Bahkan ia menganggap profesi penyiar sudah menjadi bagian dalam hidupnya.

“Entah mengapa, begitu membuka pintu studio, rasanya ada aura yang berbeda dan bikin nyaman. Terasa ada sesuatu yang bikin happi dan tenang,” ujar Ocah yang juga member di salah satu MLM kosmetika ini.

Ocah memang menikmati dunianya sebagai penyiar radio. Setiap akan siaran, Ocah selalu bertanya-tanya dan penasaran siapa yang akan menelepon. Apalagi, Ocah sering menerima kejutan-kejutan kecil dari pendengar setianya.

“Ada saja yang mengirim bingkisan, sepeti bunga, boneka, kipas, dan lainnya. Bahkan pernah ada dua ibu-ibu datang ke studio khusus mencari Ocah,” tandas cewek single yang kini juga aktif sebagai staf marketing di salah satu perusahaan pembiayaan.

Menurut Ocah yang senang mengobrol ini, sebenarnya saat masih sekolah ia bercita-cita menjadi hakim. Namun setelah lulus SMA, orangtua menyarankan ia kuliah di jurusan ekonomi.

Jadilah Ocah masuk Fakultas Ekonomi jurusan Akuntansi Universitas Katolik (Unika) Santa Thomas Medan. Nah, di pertengahan masa kuliah, Ocah mengalami kecelakaan lalu-lintas. Luka yang dideritanya, terutama di bagian wajah, cukup parah. Ia terpaksa menjalani rawat inap di rumah sakit selama dua minggu.

Hanya saja, Ocah tidak ada memberitahu keluarganya di Pematangsiantar. Hingga kemudian, ada yang melihat foto Ocah yang sedang dalam pemilihan.

“Nggak tau siapa yang menyebarkan foto. Tiba-tiba keluarga datang ke Medan, dan saya langsung dibawa pulang ke Siantar,” sebut Ocah yang selama menjalani pemulihan di Medan, dirawat teman-temannya di tempat kos.

Setelah pulih, Ocah dilarang kembali ke Medan. Keluarga memintanya kuliah di Pematangsiantar saja. Tak ingin membantah, Ocah masuk ke STIE Sultan Agung dan memulai perkuliahan dari awal.

Kepada para generasi muda, Ocah mengajak agar banyak berkarya dan melakukan banyak hal positif.

“Jangan mau bermalas-malasan. Banyak yang bisa dikerjakan dan menghasilkan karya berguna. Kalaupun gagal, anggap itu sukses yang tertunda. Ayo, habiskan jatah gagal selagi masih muda!” ajak Ocah. (awa)



Pascasarjana

Unefa
Back to top button