Lifestyle

Nurliana Rizkiani Siregar: Juru Rias tapi Tak Suka Ber-Make Up

SIANTAR, FaseBerita.ID – Sebagai juru rias, khususnya untuk pengantin, Nurliana Rizkiani Siregar kerap berurusan dengan alat make up. Namun uniknya, perempuan yang akrab disapa Liana ini justru tidak suka ber-make up untuk diri sendiri. Kesehariannya, ia kerap tampil polos dan apa adanya.

Menurut owner Liana Wedding ini, sebenarnya sebelum menggeluti bidang tata rias, ia berpenampilan tomboy. Saat masih duduk di bangku SMA, ia tidak mau ribet dengan segala alat kecantikan.

Namun semuanya berubah setelah ia lulus dari SMA Taman Siswa Pematangsiantar. Orangtuanya melarang dirinya melanjutkan kuliah jika harus keluar dari Kota Pematangsiantar. Padahal Liana sendiri ingin kuliah ke luar kota.

Di saat itulah, orangtua menyarankan agar Liana mengikuti kursus tata rias pengantin. Kebetulan di sekitar kediaman orangtuanya di Jalan Narumonda Bawah Pematangsiantar ada salon kecantikan yang cukup terkenal. Meski awalnya ragu, namun Liana berusaha mencoba sesuatu yang baru.

“Kebetulan orangtua saya memiliki usaha sewa teratak. Namanya Binamon’s. Kalau saya jadi penata rias pengantin, tentunya klop dengan usaha orangtua,” terang anak kedua dari enam bersaudara itu.

Ternyata Liana menikmati dunia barunya di bidang tata rias. Ia semakin bersemangat menimba ilmu. Berbagai seminar, beauty class, hingga private class ia ikuti. Hingga kemudian ia tahu ada berbagai ciri khas dalam make up.

“Ciri khas make up saya, Barbie Look,” tukas Liana yang memiliki dua oranga asisten, yaitu Anita Willy dan Afniawati.

Diakui Liana, setelah berani menerima klien, tak serta merta perjalanan usahanya langsung lancar. Ia menapaki setahap demi setahap. Apalagi, usianya yang masih muda dan belum menikah saat itu menjadi kendala tersendiri.

“Banyak yang sepele dengan saya. Menganggap saya belum banyak pengalaman. Selain itu, ada mitos yang menyebutkan kalau belum menikah, tidak boleh merias pengantin,” terang wanita berhijab ini.

Apalagi, lanjut Liana, dirinya yang selalu tampil tanpa make up, selalu saja membuat klien-nya heran. Pernah, katanya, ada klien yang berulang-ulang bertanya apa memang dirinya yang bernama Liana.

“Memang ini ibu Liana?” tanya klien seperti ditirukan Liana.

Namun ketika melihat hasil akhir karya Liana, barulah si klien percaya.

“Saya lebih suka merias wajah orang lain daripada wajah sendiri. Kadang kalau harus berangkat ke rumah klien pagi-pagi, sama sekali wajah saya nggak pakai apapun,” tukasnya.

Masih kata Liana, hal lain yang membuat usahanya berjalan pelan adalah kendala dana. Ia harus menyicil jika ingin membeli alat-alat, termasuk untuk pelaminan.

Hingga kemudian, suaminya, Juardi, yang bekerja di salah satu perusahaan memilih resign dan memeroleh pesangon yang jumlahnya cukup lumayan. Nah, yang pesangon itulah yang mereka gunakan sebagai modal membangun usaha yang kemudian mereka beri nama Liana Wedding.

Setelah suami resign, mereka sama-sama berjuang memajukan Liana Wedding. Saat itu, Liana berprinsip, harus benar-benar serius menjalankan usaha. Sebab suami sudah resign dari pekerjaan.

“Sebelumnya, ya sudahlah berjalan begitu saja. Kalau saya nggak dapat klien, kan suami ada gajinya. Tapi setelah dia resign, praktis kami hanya berharap pada usaha ini,” terang Liana yang sempat bercita-cita menjadi pegawai kantoran.

Perlahan, usaha Liana membuahkan hasil. Dari orderan yang hanya ada sebulan sekali, menjadi seminggu sekali, dan selanjutnya dalam seminggu bisa menerima beberapa orderan.

Liana mengaku, ia memiliki trik tersendiri dalam merias pengantin agar tampil beda dan make up bisa tahan seharian. Trik itu diperolehnya saat ia mengikuti private class. Termasuk untuk alat make up yang digunakan.

Untuk gaun pengantin, biasanya Liana mendesain sendiri. Kemudian ia beli bahannya sesuai keinginannya, dan membawanya ke penjahit langganan.

“Saya punya penjahit langganan yang sudah sangat paham keinginan saya. Kalau mendesain, saya belum pernah kursus, otodidak saja,” tandas ibu tiga anak ini, yaitu Winola, Shopia, dan Queensa ini.

Liana pun berencana memiliki galeri rumah pengantin. Impiannya, di galeri tersebut ia bisa memajang koleksi gaun pengantinnya dan mengaturnya sedemikian rupa. Sehingga klien yang datang bisa merasa nyaman. Sementara saat ini, seluruh peralatan Liana Wedding masih disimpan di kediaman orangtuanya di Jalan Narumonda Bawah.

“Plus, galeri tersebut dilengkapi studio foto untuk prewedding indoor,” ujar Liana yang pernah menerima orderan hingga keluar Kota Pematangsiantar, seperti Balige, Tarutung, dan Pahae. (awa/fe)

 

 

 

 

Tags

Berita lainnya

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker
Close