Lifestyle

Nina Zuhrina Batubara Jual Jamu Tradisional dengan Konsep Kekinian

Kekuatan media sosial (medsos) dimanfaatkan untuk berbagai hal, termasuk untuk bisnis. Salah satunya, sebagai media promosi.

Seperti yang dilakukan Nina Zuhrina Batubara. Perempuan berhijab cantik ini memasarkan berbagai produk melalui akun medsos-nya. Terbaru, ia memasarkan jamu tradisional hasil racikannya sendiri.

Awalnya, menurut Nina, sekitar tiga tahun lalu ia mencoba membuat jamu tradisional sendiri. Ia memeroleh resep dasar dari ibunya. Ternyata setelah rutin mengonsumsi jamu, ia merasakan banyak manfaat yang diperoleh.

Kegiatan Nina yang rajin membuat jamu sendiri, diketahui beberapa temannya. Mereka pun memesan ke Nina. Meski awalnya sempat ragu jamu buatannya bisa sesuai harapan pemesan, namun akhirnya Nina semakin percaya diri.

“Teman-teman bilang, jamu buatan saya enak. Akhirnya saya mulai berani promo di media sosial,” tukas Nina yang mengaku menggunakan bahan-bahan asli dan berkualitas untuk membuat jamu.

Lama-kelamaan, pelanggan Nina makin banyak. Beberapa dari mereka mengaku mengetahui jamu tersebut dari media sosial.

“Mereka pesan. Kalau yang dekat rumah, diantar langsung. Juga yang rumahnya Nina lintasi saat menuju kantor di Jalan Medan. Kalau yang agak jauh, biasanya menggunakan ojek online,” terang Nina uanh tinggal di Jalan Brigjend Rajamin Purba Pematangsiantar, dan bekerja sebagai sales marketing di PT Capella Pematangsiantar.

Alumni SMA Yayasan Pendidikan Keluarga (YPK) Pematangsiantar ini lebih lanjut mengatakan, ia biasanya meramu jamu di malam hari dan dilanjutkan pagi Subuh. Jamu-jamu yang sudah dimasak dikemas dalam botol plastik baru yang dilengkapi tutup bersegel. Selanjutnya diberi label.

Nina mengaku belanja bahan-bahan jamu langsung ke pasar tradisional. Kemudian ia membersihkan bahan-bahas tersebut, yang biasanya dibantu ibu dan adik perempuannya. Lalu, bahan-bahan itu digiling, diperas, dan dimasak.

Dulu merasa cukup repot mengerjakannya. Kalau sekarang, sepertinya lebih santai dan menikmati,” ujar ibu seorang anak ini, Helvira Elsa Ramadhani Harahap (13) ini.

Menurut Nina, sejak remaja ia memang rajin mengonsumsi jamu tradisional. Kebiasaan itu berlanjut hingga sekarang. Bahkan, jika putri semata wayangnya  sakit, Nina memilih memberinya jamu.

Sering membuat jamu, membuat telapak tangan Nina menguning, bekas rempah-rempah, terutama kunyit. Namun Nina tidak peduli. Tak jarang, katanya, ada konsumen di PT Capella yang menanyakan kondisi tangannya, Nina mengaku ia membuat jamu.

“Banyak juga dari konsumen yang kemudian order jamu ke Nina,” tandas anak ketiga dari lima bersaudara yang aktif olahraga senam aerobic ini.

Bekerja sambil berjualan, sebenarnya sudah lama dilakukan Nina. Hanya saja sebelumnya Nina membantu teman-temannya untuk memasarkan produk mereka di medsos, seperti keripik dan donat. Sedangkan sekarang, ia memasarkan jamu buatannya sendiri.

“Teman-teman sering bercanda, banyak kali julukan saya. Ada Nina Capella, Nina keripik, Nina donat, dan sekarang Nina jamu. Malah ada yang manggil Mbok Jamu,” ujar Nina yang juga rajin memanjakan diri di salon kecantikan.

Nina mengaku ingin menjadikan jamu sebagai ladang bisnisnya. Bahkan ia berencana membuka outlet khusus jamu. Sehingga para pelanggan bisa langsung datang memilih jamu yang diinginkannya.

“Kebetulan kan belum ada outlet yang menyediakan jamu tradisional,” kata Nina yang di masa kecil bercita-cita menjadi dokter.

“Nggak jadi dokter, ya jadi tukang jamu. Sama-sama bermanfaat untuk membuat orang lain sehat,” tambahnya. (awa)



Unefa

Pascasarjana
Tags
Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker