Lifestyle

Nicky Putri Hutabarat Bangkit setelah Terpuruk

Hidup serba berkecukupan sejak kecil tidak lantas membuat Nicky Putri Hutabarat SPd menjadi cengeng. Justru sulung dari empat bersaudara ini bermental baja dan dewasa secara pemikiran. Sehingga ketika kondisi ekonomi keluarga terpuruk, Nicky mampu bersama sang ibu dan adik-adiknya bangkit perlahan-lahan.

Pengelola Cafe Siantar Riverside di Jalan Vihara Pematangsiantar ini menerangkan, materi sempat bukan masalah bagi keluarganya. Bahkan saat ayahnya, almarhum David Hutabarat jatuh sakit dan harus menjalani perobatan hingga ke luar negeri, sang ibu Juanita Tarigan SPd tidak mempermasalahkan biaya yang sangat besar.

Setelah ayahnya meninggal dunia di tahun 2013, Nicky yang sebelumnya bekerja di salah satu perguruan tinggi di Medan, diminta ibunya kembali ke Kota Pematangsiantar. Di kota kelahirannya, Nicky menjadi sekretaris ibunya, yang menjabat koordinator salah satu perguruan tinggi swasta dan juga Ketua Forum Pemberdayaan Perempuan Indonesia (FPPI) Pematangsiantar.

Beberapa tahun kemudian, kondisi berbalik. Keluarga Nicky mengalami kesulitan ekonomi, diakibatkan adanya kegagalan di beberapa bisnis ibunya. Ditambah sebelumnya, sang ibu dianggap terlalu murah hati memberi bantuan kepada orang yang memohon kepadanya. Dengan kondisi keuangan yang tinggal ‘seadanya’, Juanita mengajak anak-anaknya, terutama Nicky untuk bangkit.

Nicky, yang terbiasa mandiri karena sempat tinggal di Medan bersama saudara, mencoba mengambil peran lebih banyak. Ia bersama adik kedua, turun langsung mengerjakan semuanya di kafe, mulai berbelanja, masak, bahkan menyapu dan mengepel. Sedangkan sang ibu, lebih sebagai perancang dan perencana. Tapi tak segan membantu pekerjaan di dapur, bahkan mencuci piring.

“Kebetulan Nicky memang hobi memasak dan mencoba menu baru. Jadi biasa aja saya masuk dapur,” tukas alumni SMA Negeri 2 Pematangsiantar ini.

Perlahan, kafe yang dikelola Nicky menunjukkan hasil positif. Pengunjung mulai ramai, hingga Nicky bisa memekerjakan seorang pegawai. Kini, kafe yang dibuka akhir 2018 lalu sudah memiliki tiga orang pegawai.

“Plus Nicky dan adik yang nomor dua. Bahkan adik bungsu, sudah mulai kami libatkan di kafe setelah pulang sekolah,” terang gadis yang beberapa bulan lagi akan mengakhiri masa lajangnya dengan seorang pria yang telah menjadi kekasih hatinya selama enam tahun.

Seiring waktu, di tahun 2019, Nicky mulai memikirkan agar Cafe Siantar Riverside memiliki menu andalan yang menjadi ciri khas. Setelah melalui pertimbangan, Nicky memutuskan memasukkan salad buah di buku menu.

“Untuk saus salad, Nicky bikin sendiri. Lebih simple, tapi enak. Salad dibikin setelah ada pesanan. Jadi selalu fresh,” kata Nicky yang menyediakan berbagai kemasan salad, yakni mini, small, medium, large, dan extra large.

Nicky juga mencoba kuliner di berbagai restoran, dan selanjutnya membuat sendiri di rumah.

“Sambil makan, berpikir apa saja bahan makanannya. Lalu buka internet, dan masak sendiri di rumah. Kalau ok, bisa dijual di kafe dengan harga yang relatif lebih terjangkau. Prinsip kami, bagaimana orang-orang bisa makan enak, kenyang, dan kantong senang,” terang cewek yang sempat aktif di kegiatan paduan suara saat bersekolah di SMP Sultan Agung Pematangsiantar.

Nicky terus berupaya mengayomi ketiga adiknya. Sebagai anak sulung, ia kerap mengalah.

“Meski berkecukupan, mama mendidik cukup keras. Kami harus serba bisa mengerjakan apa saja. Ternyata terbukti, kami mampu bangkit saat terpuruk. Mungkin banyak yang menyangka, kami akan hancur. Tapi ternyata tidak,” tukas Nicky yang hobi berenang ini.

Nicky pun berharap, pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) seperti dirinya mendapat perhatian dari pemerintah. Pemerintah, katanya, jangan malah menyulitkan mereka justru telah menciptakan lapangan kerja. (awa)

Universitas Simalungun  
Tags

Berita lainnya

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker
Close