Lifestyle

Netty Simbolon: Kasus Menumpuk, Tetap Dampingi Anak Belajar

FaseBerita.ID – Selama 17 tahun menjalani profesi sebagai pengacara, tentunya Netty M Simbolon sudah memiliki jam terbang yang tinggi. Kasus-kasus yang ditanganinya pun sudah beragam.

Tak jarang, ada banyak kasus yang ditanganinya dalam waktu bersamaan. Namun, meski kasus yang sedang ditanganinya menumpuk, ia selalu berusaha mendampingi dua buah hatinya.

Netty selalu berusaha bisa mengantar anak-anaknya ke sekolah. Lalu menjemput mereka saat pulang sekolah. Pagi-pagi, kata Netty, ia sudah berkutat di dapur untuk menyiapkan sarapan bagi keluarga.

“Saya lebih suka masak sendiri untuk keluarga. Karena lebih sehat. Lagipula, anak-anak bawa bekal ke sekolah. Saya tidak selalu memberi mereka yang jajan,” sebut alumni Fakultas Hukum Universitas Simalungun (USI) ini.

Ibu dari Maria Sembiring (10) dan Yesaya Sembiring (8) ini lebih lanjut mengatakan, juga kerap berupaya mendampingi anak-anaknya belajar di rumah termasuk mengerjakan pekerjaan rumah (PR). Kedua buah hatinya, kata Netty, selalu sabar menunggunya pulang untuk belajar.

“Pendampingan kepada anak. Itu yang paling penting. Untuk apa karir dan materi kalau lalai terhadap anak?” tukas perempuan yang lulus Sarjana Strata Dua (S2) dari Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) itu lagi.

Malam, lanjut Netty yang juga dosen di Fakultas Hukum USI ini, membiasakan anak-anaknya ibadah malam sebelum tidur.

“Moral, itu paling utama ditanamkan kepada anak-anak. Apapun nanti profesi mereka, moral itu nomor satu!” tegas pemilik Kantor Hukum Netty M Simbolon SH MH dan Rekan, yang beralamat di Jalan Perwira No 91 Kecamatan Siantar Timur, Pematangsiantar.

Kepada anak-anaknya, alumni SMA Negeri 2 Pematangsiantar ini juga senantiasa mengajarkan empati dan rasa sosial. Sehingga kini anak-anaknya mudah iba kepada orang lain.

“Kalau mereka melihat ada pedagang yang sudah tua, biasanya langsung dibeli dagangannya. Bukan karena butuh, tapi ya itu, karena rasa kasihan,” jelas wanita yang hobi membaca, menyanyi, dan menonton film ini.

Ditanya suka dukanya selama 17 tahun menjadi pengacara, Netty mengaku sejauh ini lebih banyak sukanya. Apalagi, yang didampinginya lebih banyak masyarakat kecil.

“Sejak awal saya selalu mengesampingkan materi. Sepanjang saya bisa membantu, kenapa nggak?” sebutnya, seraya menambahkan selama ini klien-lah yang lebih banyak menghubungi dan datang kepadanya.

Dari banyaknya kasus yang telah ditanganinya, menurut Netty, semuanya punya kesan tersendiri. Sebab, setiap kasus memiliki cerita masing-masing. Misalnya, untuk kasus perceraian dengan penyebab Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT), pemicu dan kronologi kasusnya bisa macam-macam.

Bagi Netty, sejak tahun 2002 ia mulai menjalani profesi sebagai pengacara, hingga saat ini, dirinya tidak berubah. Netty, tetaplah rendah hati, yang selalu siap mendampingi rakyat kecil.

“Di awal jadi pengacara, saya ke mana-mana naik angkutan umum. Kalau sekarang saya seperti ini, ya itu karena seleksi alam, dan tentunya rezeki dari Tuhan,” sebut Netty yang berencana melanjutkan pendidikannya ke jenjang Strata Tiga (S3). (awa)

iklan usi