Lifestyle

Nelly Chris E Simangunsong Enjoy jadi Terapis Eyelash Extension

Pernah bekerja sebagai karyawan di salah satu kantor notaris di Pematangsiantar, ternyata Nelly Chris E Simangunsong merasa lebih enjoy menjadi terapis eyelash extension (tanam bulu mata). Memberikan treatment kepada klien yang berasal dari berbagai kalangan justru membuat Nelly tak pernah jenuh.

Menurut Nelly, sebenarnya ia memang tertarik di bidang kecantikan. Hanya saja, saat kuliah di Universitas Simalungun (USI), ia memilih mengambil jurusan manajemen.

Nelly mulai menekuni eyelash extension berawal ketika ia melihat cara kerja temannya yang merupakan terapis. Ia penasaran, ternyata tidak hanya rambut yang bisa di-extension. Tapi mata juga. Padahal, mata merupakan bagian tubuh yang sangat sensitif.

Nelly pun mulai belajar teknik eyelash extension dari temannya.

“Saya juga sempat bekerja sebagai administrasi di salah satu sekolah swasta di Medan. Terus, saya lihat teman mengerjakan eyelash extension. Saya tertarik, dan awalnya iseng-iseng aja belajar,” terang Nelly yang kemudian menjadikan adiknya sebagai model untuk praktek eyelash extension.

Setelah beberapa kali mencoba, akhirnya Nelly berhasil melakukan eyelash extension. Dengan penuh kegembiraan, hasil kerjanya di-posting di media sosial. Lantas, banyak yang tertarik dan mulai bertanya-tanya, dan kemudian menjadi klien Nelly.

“Setelah saya coba, ternyata saya merasa bidang kecantikan ini, khususnya eyelash extension sebagai passion saya. Akhirnya saya memutuskan fokus menjadi terapis,” tukas anak kedua dari empat bersaudara ini.

Dilanjutkan alumni SMA Negeri 1 Pematangsiantar ini, sejak memutuskan menjadi terapis eyelash extension, ia memang tidak memiliki tempat khusus. Nelly mengaku lebih suka mendatangi klien ke rumah masing-masing. Hanya saja, jika dibutuhkan, Nelly biasanya menggunakan tempat kos temannya sebagai lokasi praktek agar lebih dekat lokasinya bagi klien.

Klien Nelly, berasal dari berbagai kalangan. Mulai istri pejabat militer, wanita karir, pengusaha, ibu rumah tangga, hingga mereka yang berprofesi di bidang entertainment.

“Banyak mereka yang tidak bisa keluar rumah untuk treatment di salon. Ada uang tapi sibuk dengan usahanya, dan ada juga yang memang tidak punya banyak waktu. Saya senang-senang saja mendatangi mereka. Ya, sekalian membantu mereka untuk tampil cantik,” terang putri dari pasangan suami istri G Simangunsong dan    E Harianja ini.

Nelly mengaku, awalnya orangtua marah ketika dirinya memutuskan menjadi terapis. Mereka makin marah ketika Nelly menolak saat ditawari bekerja di salah satu instansi. Apalagi alasan gadis ini, karena sudah nyaman sebagai terapis. Namun seiring waktu, mereka mulai menerima keputusan Nelly. Apalagi, setelah Nelly menunjukkan keseriusannya, dan bisa menghasilkan materi sendiri. Bahkan, kata Nelly, orangtua memintanya untuk memperdalam ilmu di bidang kecantikan lainnya.

Masih kata Nelly, ada saja orang-orang yang memandang sebelah mata dengan pekerjaannya. Menghadapi orang-orang seperti itu, Nelly memilih diam. Namun sekali, pernah juga ia melawan.

Waktu itu, kata Nelly, kliennya seorang ibu-ibu. Ia ditemani keponakannya yang merupakan mahasiswa. Si keponakan memerhatikan Nelly saat melakukan eyelash extension. Lalu si keponakan mengaku tertarik dan ingin belajar.

Rupanya si ibu itu marah mendengar keponakannya ingin belajar eyelash extension. Katanya, untuk apa si keponakan kuliah kalau cuma ingin jadi terapis. Mendengar kata-kata kliennya seperti itu, Nelly kecewa.

“Biar ibu tau ya, saya juga kuliah. Saya Sarjana Ekonomi Manajemen,” kenang Nelly mengulang ucapannya waktu itu.

Si ibu terkejut dan lantas meminta maaf. “Tapi hanya sekali itu saya melawan. Selanjutnya diam saja. Yang penting yang saya kerjakan halal dan bisa membantu banyak orang,” tandas cewek yang hobi menyanyi ini.

Masih kata Nelly, sebagai terapis, ia mampu melakukan eyelash extension untuk dirinya sendiri. Kemampuannya itu sempat diragukan temannya. Hingga Nelly pun melakukan praktek eyelash extension untuk diri sendiri langsung di depan temannya.

“Barulah dia percaya. Jadi saya selalu eyelash extension sendiri. Pernah sekali saya lakukan di salah satu salon di Medan. Tapi nggak nyaman. Terasa sakit saat treatment,” ujar perempuan yang maksimal melakukan eyelash extension kepada enam klien dalam sehari.

“Pernah saya diundang ke Medan untuk melakukan eyelash extension kepada 12 orang. Waktunya dua hari. Jadi dari pagi sampai malam mengerjakan untuk enam orang per hari. Nyaris, selama pengerjaan saya berhenti hanya untuk minum, makan, dan ke kamar mandi,” jelas Nelly yang membutuhkan waktu minimal satu jam untuk satu klien.

“Tergantung kondisi mata dan bulu mata masing-masing klien. Apalagi ada yang tipe matanya sensitif, jadi harus lebih pelan-pelan,” sebutnya, seraya menambahkan eyelash extension yang dikerjakannya bisa bertahan hingga dua bulan.

Nelly mengaku, mayoritas kliennya mengaku puas dengan hasil kerjanya. Terbukti, mereka datang kembali dan minta dilakukan treatment ulang.

Nelly yang memiliki akun Instagram Eyelashextensionp.siantar_ncs ini pun berusaha memberikan yang terbaik kepada kliennya, termasuk kualitas bulu mata yang ditempelkan.

“Bulu mata punya saya dari Cina. Saya peroleh dari supplier di Jakarta. Rata-rata klien saya mengaku, bulu mata asli mereka tidak rusak apalagi gugur akibat eyelash extension dengan saya. Malah bisa tumbuh lebih panjang karena saya beri vitamin saat pengerjaan,” ujar Nelly yang bila ingin menggunakan jasanya harus terlebih dahulu membuat janji. (awa)

Tags

Berita lainnya

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker
Close