Lifestyle

Mutiara Syafwa Tak Sengaja jadi Henna Artist

FaseBerita.ID – Saat kontrak kerjanya di salah satu perusahaan di Batam, Kepulauan Riau (Kepri) habis, Mutiara Syafwa pulang kampung ke Pematangsiantar. Namun siapa sangka, kepulangannya yang sebenarnya untuk menghadiri acara pernikahan sahabatnya, justru mengubah jalan hidupnya.

“Habis kontrak kerja di Batam setelah empat tahun di sana, selama beberapa bulan saya main-main saja menunggu kontrak selanjutnya. Bahkan saya main sampai ke Malaysia, ke rumah kakak sepupu. Karena ada sahabat yang menikah, saya pulang dulu ke Siantar,” terang anak pertama dari tiga bersaudara itu.

Di rumah sahabatnya yang akan menikah, Tiara, demikian ia biasa disapa, diminta membuat henna art untuk calon pengantin. Kebetulan saat itu, si sahabat memiliki henna instan dari Makkah.

Berbekal hobi menggambar dan keahliannya dalam bidang kaligrafi, Tiara nekat menghias tangan dan kaki sahabatnya dengan henna. Hasilnya, tidak mengecewakan.

“Itu tahun 2016. Saat itu henna art di Siantar masih mahal. Atas permintaan teman, saya yang bikin henna art untuk hari pernikahannya. Motifnya, dari foto di handphone,” tukas cewek berhijab ini.

Meski saat itu henna art hasil karya Tiara masih dianggapnya seadanya, namun teman-temannya justru menganggap dirinya punya kemampuan. Lantas, beberapa teman mendorongnya untuk menekuni henna art di Pematangsiantar, dan tidak perlu kembali ke Batam.

Tiara, putri pasangan suami istri (pasutri) Arwansyah atau Atan dan Dewita ini merasa tertantang. Tiara pun mulai browsing di sejumlah situs di internet tentang henna art, termasuk di media sosial, seperti Instagram.

“Saya belajar teknik dan motif secara otodidak. Kalau seni kaligrafi, saya belajar di madrasah, dan sempat les private sama guru di sekolah. Bahkan saya pernah mengikuti lomba kaligrafi di ajang MTQ tingkat Kota Pematangsiantar,” terang Tiara yang setelah lulus dari Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Pematangsiantar sempat bekerja di salah satu pusat perbelanjaan modern dan sebagai resepsionis di hotel syariah.

Bila orderan membuat henna art  untuk kali pertama secara gratis, tidak demikian dengan orderan kedua. Meski saat itu, si calon pengantin yang menjadi kliennya juga sahabatnya.

“Di orderan kedua, saya sudah berani pasang tarif, ya meskipun tidak semahal pembuat henna yang sudah ada sebelumnya. Selain saya masih baru, kliennya juga teman saya,” sebut Tiara yang lantas memberi nama usahanya Mutiara Myhenna itu.

Mutiara Syafwa

Sejak itu, orderan mulai berdatangan. Bukan hanya dari Pematangsiantar, namun banyak dari Kabupaten Simalungun, seperti Serbalawan, Beringin, Sidamanik, Tanah Jawa, bahkan Raya. Juga dari Tebingtinggi dan Serdang Bedagai (Sergai). Rerata, kliennya mengaku mendapat informasi tentang Mutiara myhenna dari media sosial.

Diakui Tiara, untuk mengerjakan henna art bagi calon pengantin, dialah yang mendatangi kliennya. Memang ada yang datang ke rumah, tetapi biasanya mereka yang ingin mengenakan henna untuk kecantikan.

“Calon pengantin kan kalau sudah menjelang hari pernikahan nggak boleh lagi keluar rumah. Jadi, ya saya yang datang, termasuk hingga keluar kota,” tandas Tiara yang mendapat dukungan sepenuhnya dari keluarga untuk menjadi henna artist.

Lebih lanjut dikatakan Tiara, untuk mengerjakan henna art bagi seorang calon pengantin, biasanya membutuhkan waktu antara 2-3 jam untuk satu paket, yaitu sepasang tangan dan sepasang kaki. Namun Tiara bisa lebih lama berada di rumah calon pengantin, karena biasanya ada saja keluarga pemilik rumah yang tertarik dan minta dibuatkan henna art.

Masih menurut Tiara, di awal-awal ia menjadi henna artist, ia berkenalan dengan henna artist senior, Juwita. Saat itu, Juwita rajin mengajak Tiara mengikuti event bazar yang ada di Pematangsiantar.

“Kalau ada bazar, kakak itu buka stand henna art. Saya sering diajak,” tukas Tiara yang biasanya memosting foto-foto hasil karyanya di akun Mutiara myhenna (Facebook) dan Mutiara_myhenna (Instagram). Bagi yang berminat, bisa menghubungi nomor Whatsapp (WA) 082166664093.

Kini, hampir setiap minggu Tiara mendapat orderan henna art, khususnya di akhir minggu. Orderan, katanya, bisa padat di saat-saat musim pernikahan, seperti menjelang bulan Ramadan dan setelah hari raya Idul Fitri yang berlanjut hingga pasca hari raya Idul Adha.

Bahkan, Tiara pernah menerima orderan henna art hingga enam calon pengantin dalam sehari. Para pemesan henna art, sambung Tiara yang menggunakan henna asal India yang dibelinya dari online shop di Jakarta, bebas memilih warna dan motif. Namun ada juga yang meminta Tiara memilihkan motifnya.

“Kalau mereka yang pilih, biasanya kan dari motif yang sudah ada. Tapi kalau dari saya, bisa saya modifikasi dari motif-motif yang ada. Bahkan bisa saya desain sendiri,” jelas Tiara yang mengerjakan henna art tanpa ada pola gambar terlebih dahulu.

Kini, Tiara sedang menekuni white henna art. Henna art ini, katanya, menggunakan bahan yang biasanya untuk body painting.

Body painting biasanya untuk karnaval atau fashion show. Henna-nya tidak menyatu dengan kulit, dan kalau sudah selesai, tampak seperti mengenakan brokat. Banyak calon pengantin yang meminta henna jenis ini karena daya tahannya cukup dua hari,” terang Tiara, seraya menambahkan untuk white henna art biasanya dia mengerjakannya di hari H pernikahan, yakni sejak pukul 03.00 WIB dini hari.

Ke depan, Tiara berkeinginan memiliki galeri khusus henna. Selain menyediakan jasa henna art, juga memajang aneka jenis henna plus alat-alat henna art.

“Masih cari lokasi yang cocok. Sekalian juga menyediakan dekorasi untuk acara lamaran,” ujar wanita yang selalu mengikuti perkembangan henna art terbaru, seperti sekarang ini ada black henna art.

Tiara juga pernah mengikuti kompetisi henna art yang digelar Henna Artis Medan (HAM). Meski belum memeroleh kemenangan, namun Tiara senang bisa bertemu dan sharing dengan para henna artist.

Selain henna art, Tiara juga mencoba menekuni bidang make up. Meskipun bukan untuk make up pengantin, namun dia bisa merias pendamping pengantin atau bridesmaid.

“Untuk diri sendiri pun saya nyaris tidak pernah di-make up orang lain. Kok rasanya lebih pas make up sendiri,” aku Tiara yang hobi travelling, memasak, dan terkadang berkaraoke dengan teman-temannya ini. (awa)

Unefa

Pascasarjana

Tags

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker
Close