Lifestyle

Momo Parhusip Semua Event jadi Panggung Belajar

Sudah 12 tahun Momo Parhusip menjadi Master of Ceremony (MC) berbagai event. Sudah banyak panggung yang disinggahi wanita bernama lengkap Ronauli Widiaty Nainggolan ini. Baginya, semua panggung atau event memiliki kesan tersendiri. Sebab, panggung menjadi salah satu tempatnya untuk terus belajar dan belajar.

Momo mengawali karirnya di dunia entertainment di tahun 2008 sebagai penyiar radio di Pematangsiantar. Di usianya yang saat itu terbilang belia, Momo langsung mendapat tantangan untuk berbicara di depan publik.

“Momo saat itu bergabung di Triple Nine Production. Di situ Momo banyak belajar, meski sangat grogi saat kali pertama menjadi MC. Saat itu di event musik yang menampilkan grup band lokal di Serbelawan, Kabupaten Simalungun,” terang gadis, yang mengaku nama Momo diambil dari salah satu tokoh kartun.

Alumni SMA Budi Mulia Pematangsiantar itu sempat bekerja di salah satu perusahaan provider telekomunikasi. Bahkan ia sempat ditugaskan ke luar Provinsi Sumatera Utara (Sumut). Namun, kegiatannya sebagai MC tidak ditinggalkan. Momo masih bisa menerima job di luar jam kerjanya.

Meski sempat pindah ke perusahaan provider telekomunikasi yang lain, juga bergabung di Event Organizer (EO), Momo tetap menerima job MC. Hingga kemudian di tahun 2019 Momo memutuskan untuk fokus sebagai MC.

“Momo anggap profesi MC sudah jadi passion,” tukas sulung dari empat bersaudara ini, yang pernah menerima job MC hingga ke Muara Kabupaten Tapanuli Utara (Taput) dan Batangtoru Kabupaten Mandailing Natal (Madina).

Diakui Momo, di awal menjadi MC, keluarga terutama kedua orangtuanya tidak tahu. Jika ditanya mengapa baru pulang sampai larut malam, Momo hanya meyakinkan orangtuanya bahwa yang dilakukannya di luar rumah bukan kegiatan negatif.

Hingga kemudian, suatu waktu Momo menjadi MC di salah satu acara yang digelar di Lapangan Adam Malik Pematangsiantar. Kebetulan, ada tetangga Momo yang menonton, dan kemudian memberitahu ibunya.

Lantas, sang ibu mengajak ayah Momo  ke Lapangan Adam Malik. Barulah mereka tahu pekerjaan Momo selama ini.

“Setelah tahu, ya mereka mendukung sepenuhnya,” sebut Momo, putri dari pasangan suami istri almarhum Peltu Rodo Nainggolan dan Alberina Harefa tersebut.

Masih kata Momo, sebenarnya ia bukan cewek yang banyak bicara, bahkan cenderung pendiam. Namun ketika berada di panggung MC, Momo bisa ceriwis bercuap-cuap.

“Waktu sekolah, hari-hari Momo ya sekolah dan rumah. Nggak pernah ke mana-mana. Saat di panggung MC, Momo bisa ngomong terus, dan berinteraksi dengan penonton. Setelah turun panggung, Momo kembali jadi pendiam. Makanya banyak yang bilang Momo sombong. Padahal Momo nggak sombong,” ujar perempuan yang lahir 30 Oktober 1988 dan sempat tinggal di asrama tentara ini.

Menjadi MC, khususnya event musik, tentu saja membuat Momo kerap bertemu artis ibukota. Alhasil, bertemu mereka sudah dianggap Momo sebagai hal yang biasa saja.

Momo juga mengaku job yang datang kepadanya kebanyakan event musik, dan sesekali acara gathering. Untuk wedding (pernikahan), menurut Momo itu bukan bidangnya.

“Hanya sekali saya jadi MC wedding. Itu yang pertama dan mungkin sekaligus terakhir. Kalau adik saya, yang nomor tiga, saat ini kerja di Malang, justru dia lebih banyak terima job wedding. Dia juga bisa nyanyi dan main alat musik,” jelas Momo yang hobi wisata kuliner dan menonton film termasuk Drama Korea.

Kini, setelah ayahnya meninggal dunia beberapa tahun lalu, Momo tinggal dengan ibu dan adik bungsunya di kawasan Kecamatan Siantar Marihat. Dua adiknya yang lain, menetap di Medan dan Malang.

“Adik yang kecil, laki-laki masih kuliah. Jadi kami bertiga di rumah, ditambah beberapa orang anak kos. Kalau nggak ada job, Momo bantu mama mengurus dan mengawasi anak kos,” tandas Momo yang sempat belajar fotografi.

Momo juga mengaku masih menyimpan impiannya memiliki apotek yang buka selama 24 jam. Keinginannya itu, sesuai dengan cita-citanya menjadi seorang apoteker.

“Momo suka dengan aroma obat dan rumah sakit. Juga suka melihat orang bekerja meramu obat-obatan,” pungkasnya. (awa)



Unefa

Pascasarjana
Tags
Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker