Lifestyle

Mick Steven Wujudkan Cita-cita Ayah

Sebagai anak bungsu dari empat bersaudara, Mick Steven tidak memiliki cita-cita yang terlalu muluk. Ia hanya ingin meneruskan dan memajukan usaha orangtuanya di bidang jasa perbengkelan. Namun ternyata ayahnya memiliki keinginan lain. Ia ingin anak laki-lakinya itu bisa mewujudkan cita-cita dan impiannya.

“Bapak saya ingin punya usaha di bidang jasa kesehatan mata. Dia ingin punya toko optic. Kalau punya toko optic, tentunya harus punya tenaga ahli di bidang kesehatan mata,” terang Mick.

Sehingga, setelah lulus dari SMA Methodist Pematangsiantar, Mick pun melanjutkan pendidikannya di Aro Leprindo Jakarta, khusus memelajari kesehatan mata, namun bukan untuk mendiagnosa penyakit mata.

Setelah 3,5 tahun, Mick lulus dan berhak menyandang gelar Ahli Madya Refraksionist Optician (AMd RO). Namun setelah wisuda, ia tidak buru-buru kembali ke Pematangsiantar. Anak dari pasangan Tju Tjun dan Ng Soem-Min itu memilih bekerja di salah satu toko optic terkenal di Jakarta untuk memeroleh pengalaman.

Hanya sekitar 1 tahun 3 bulan Mick bekerja di Jakarta. Ia kembali ke kota kelahirannya, Pematangsiantar. Di kota dengan motto Sapangambei Manoktok Hitei ini, Mick pun mewujudkan impian ayahnya, membuka toko optical. Toko yang dibuka Juli 2010 itu mengambil lokasi di komplek pertokoan Jalan Merdeka Bawah Pematangsiantar.

Berbekal ilmu yang diperolehnya dari kampus dan pengalamannya bekerja di Jakarta, Mick yang kala itu masih berstatus lajang menjalankan usahanya.

“Kebetulan ada teman kecil bapak saya yang mensupport. Dia distributor besar kacamata di Jakarta,” tukas Mick, yang setiap lima tahun mengikuti seminar untuk memperpanjang Surat Tanda Refraksi (STR).

Untuk merek toko, Mick dan ayahnya sepakat dengan nama Optic Buka Mata. Buka Mata, kata Mick, adalah nama salah satu acara berita di salah stasiun televisi.

“Bapak saya suka acara itu,” tandas pria yang hobi olahraga basket, gym, dan wisata kuliner.

Di saat menjalankan bisnisnya tersebut, ternyata Mick bertemu jodoh. Seorang gadis cantik, bernama Juliana, datang ke tokonya dan membeli softlens. Mick tertarik, dan gayung bersambut. Hingga kemudian Juliana yang kini bekerja di salah satu bank swasta tersebut dinikahi Mick. Hingga sekarang pasangan suami istri tersebut dikaruniai dua buah hati, Lambert Maximilian (5) dan Gwyneth Rose (3).

Diterangkan Mick, ia berusaha memberikan pelayanan maksimal kepada customer. Ia tak hanya memeriksa mata dan menjual kacamata. Namun ia mampu menjelaskan tentang produk tertentu, menjelaskan kesehatan mata, dan menjelaskan trik penggunaan softlens.

Setelah hampir berjalan 10 tahun, Mick memiliki sejumlah planning untuk bisnisnya. Selain membuka toko cabang, istrinya juga akan kuliah di bidang RO.

“Mungkin dia kuliah di Medan. Dan sekarang sudah ada untuk gelar Sarja Strata Satu (S-1). Kita nggak pernah tau kan apa yang akan terjadi ke depan. Jadi bagaimana pun saya harus bisa mempersiapkan dia untuk bisnis ini,” jelas Mick yang sudah menjadi ‘ikon’ untuk usaha optiknya.

“Kalau ada yang datang, tanya keberadaan saya, dan ternyata saya nggak ada di toko, biasanya mereka langsung pergi. Makanya saya usahakan selalu ada di toko,” tambahnya. (awa)



Pascasarjana

Unefa
Back to top button